Magetan (beritajatim.com) – Sedikitnya empat sindikat pembuat dan pengedar uang palsu, berhasil digrebek polisi di sebuah kamar hotel kawasan wisata Telaga Sarangan Magetan. Pihak kepolisian menduga pelaku merupakan sindikat pembuatan upal dengan omset hingga milyaran rupiah, bahkan para tersangka mampu mengelabui petugas bank, dengan menabung uang palsu buatan mereka.
Kapolwil Madiun Kombespol Ahmadi membenarkan adanya pengerebegkan sindikat pembuat dan pengedar uang palsu disalah satu hotel yang banyak bertebaran di kawasan wisata telaga sarangan.
“Saat ini kami sudah mengamankan para pelaku dan masih melakukan pengembanghan kasus ini. Karena ada dugaan pelaku merupakan jaringan pemalsu upal kelas kakap,” ujar Kombespol Ahmadi Rabu (07/04/2010).
Dari informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com peristiwa penggerebegkan yang dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Magetan ini berhasil menangkap 4 orang pelaku mereka adalah Supatmi, Dodik Iwan Susilo, Totok Sugianto, ketiganya warga Purwosari Lawean Surakarta Jawa Tengah dan Joko Susilo Warga Kec Maospati Kab Magetan.
Selain mengamakan para pelaku polisi juga berhasil menyita barang buktin berupa 4 lembar uang pecahan seratus ribuan dan lima puluh ribuan. Keberadaan para pelaku di Magetan sendiri ditengarai dalam rangka mengedarkan uang palsu yang mereka buat.
Kepada petugas mereka mengaku mampu memproduksi uang palsu hingga satu milyar rupiah dalam waktu 15 hari. Dalam menjalankan usahanya tersebut tekhnik yang digunakan terbilang sederhana yakni dengan menciplak uang asli menggunakan cairan kimia pada sebuah kertas.
Mereka mengaku dalam waktu satu hari mereka juga mampu mengedarkan hingga 400 juta perhari ke berbagai daerah. Para pelaku ini juga mengaku mampu mengelabui petugas bank, dimana uang palsu yang mereka mampu lolos dari scaning alat pendektesi uang, sehingga dengan leluasa mereka berhasil menabung uang palsu buatan mereka di sejumlah bank.
