Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Hukum & Kriminal»Pelaku Pembacokan Aremania Ingin Provokasi Sweeping Plat L
Default image

Pelaku Pembacokan Aremania Ingin Provokasi Sweeping Plat L

Hukum & Kriminal 23 Desember 2015

Malang (beritajatim.com) – Seorang pengamen langsung diamankan usai membacok Aremania saat penggalangan dana di Jalan Raya Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kepala Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, Rabu (23/12/2015) siang mengatakan, pelaku pembacokan adalah seorang pengamen. Saat kejadian, pelaku ditenggarai terpengaruh minuman keras.

“Saat kita tangkap pelaku sempat menyerang petugas. Pelaku kita amankan dirumah temannya yang sesama pengamen di wilayah Desa Sumberarum, Kecamatan Dampit,” papar Adam.

Kata Adam, pelaku pembacokan atas nama M Ibnu Soleh alias Benu, warga Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Dari hasil pemeriksaan, pelaku membacok suporter yang melakukan penggalangan dana karena menolak diajak sweping kendaraan plat L.

“Pelaku ini mencoba memprovokasi dan mengajak sweping plat L. Tapi Aremania yang melakukan penggalangan dana tidak mau. Pelaku lalu dikeroyok. Pelaku pulang dan mengambil senjata tajam,” bebernya.

Kronologis pembacokan dua suporter Arema saat melakukan penggalangan dana terjadi pada Selasa (22/12/2015) kemarin sekitar pukul 12.30 wib. Pelaku, lebih dulu menggelar pesta miras. Setelahnya, Soleh alias Benu menuju pertigaan pasar lama Dampit untuk menghampiri anak-anak berkostum Arema yang sedang melakukan penggalangan dana.

Sampai dilokasi, pelaku bersama tiga orang temanya, mengajak Aremania yang sedang melakukan penggalangan dana, melakukan sweping terhadap kendaraan berplat L. Namun, Aremania menolak dan berusaha memukul pelaku. Pelaku dan rekannya langsung kabur menggunakan motor dengan menarik gas kencang. “Usai kejadian itu, pelaku sempat diperingatkan warga dan dilerai warga,” terang Adam.

Mantan Kasatreskrim Polres Kota Malang itu melanjutkan, pelaku sempat mengancam dan meminta suporter yang melakukan penggalangan dana, untuk menunggu. “Entenono kene maringene tak balek,” ancam pelaku.

Pelaku akhirnya pulang ke rumah dan mengambil bedok. Bedok adalah sejenis celurit panjang yang biasa, digunakan memotong tanaman tebu. Tanpa disadari, pelaku kembali mendatangi suporter Arema yang sedang menggalang dana di tempat semula. Dengan membabi buta, pelaku menyabetkan bedok dan melukai dua orang suporter Aremania.

“Dua korban kondisinya membaik. Sudah dilakukan perawatan medis. Terkena sabetan bedok di pantat dan punggung korban.

Usai membacok dengan membabi buta, pelaku sempat dikejar warga beramai-ramai. Namun, pelaku berhasil kabur dengan cara naik mobil pikep. Sopir pikep sempat ditodong senjata tajam yang masih dibawanya. Pelaku akhirnya tertangkap di rumah temannya di Desa Sumberarum, Dampit oleh Tim Jatanras.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolres Malang dan dijerat Pasal 170 dan atau 351 dengan ancaman hukuman, 9 tahun penjara. “Barang bukti yang kami sita yakni senjata tajam dan baju Arema yang terdapat noda darah usai dibacok pelaku,” pungkas Adam. (yog/ted)

Polres Malang
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Bacok Aremania Saat Galang Dana, Seorang Pengamen Ditangkap

23 Desember 2015

Pesta Narkoba Dirazia Polisi, Dua Orang Kabur

23 November 2015

Kenal di Medsos, Tarif Wanita Panggilan Indra Rp 3 Juta Sekali Kencan

20 November 2015
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.