Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya ternyata hanya sebagai tempat dan lawan tanding untuk penyelenggaraan pertandingan internasional lawan Queens Park Rangers (QPR), 23 Juli 2012 lalu.
Sebab hingga kini manajemen Persebaya belum menerima match fee dari pihak penyelenggara.
Sebelum pertandingan, pihak manajemen Persebaya memang mengaku tidak ada pembicaraan mengenai match fee dengan pihak penyelenggara, yakni RCTI, AirAsia Indonesia dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Dan saat itu CEO Gede Widiade tak berharap ada.
Dan apa yang diprediksi ternyata menjadi kenyataan. Selang satu minggu, Persebaya belum juga mendapat match fee dari pihak penyelenggara. “Sampai saat ini kami sama sekali belum mendapat match fee,” ucap Gede.
Meski belum menerima, Gede menegaskan pihaknya tak berharap dana itu mengucur sebab tanpa uang match fee pun, Persebaya bisa survive, bahkan bisa mengajak seluruh perangkat manajemen, pelatih, pemain dan offisial berlibur ke Bali. “Saya tidak berharap. Sebab Itu uang kecil bagi Persebaya,” ucapnya lantang.
Perlu diketahui, laga Persebaya dengan QPR seluruhnya di-handle oleh panpel Jakarta. Bahkan panpel Surabaya hampir tidak dilibatkan. Meski menggunakan panpel yang katanya ahli dan profesional di bidangnya, ternyata laga tidak berjalan mulus.
Itu setelah insiden matinya lampu stadion di menit ke-38 babak pertama. Pertandingan pun sempat terhenti 10 menit. Total sejak pukul 18.00 hingga 24.00, lima kali sudah aliran listri di Gelora Bung Tomo (GBT) padam.[sya/ted]
