Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Gaya Hidup»Perjalanan Jurnalis Surabaya ke Guangzhou: Menguatkan Hubungan Sister City
Default image

Perjalanan Jurnalis Surabaya ke Guangzhou: Menguatkan Hubungan Sister City

Gaya Hidup 9 Desember 2014

Guangzhou (beritajatim.com) – Awan putih menyelimuti langit ketika rombongan wartawan Pokja Pemkot Surabaya menginjakkan kaki di Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou, Tiongkok. Nama Baiyun sendiri berarti “awan putih,” seolah menyambut kedatangan kami yang baru saja menempuh perjalanan udara dari Hong Kong pada awal Desember 2024.

Rombongan ini melakukan studi banding sekaligus mengevaluasi kerja sama Sister City antara Surabaya dan Guangdong, Tiongkok Selatan. Sebanyak 47 wartawan dibagi dalam dua kelompok terbang. Kloter pertama, berjumlah 24 orang, dipimpin oleh Yousri Nur Raja Agam, sementara kloter kedua dengan 23 orang diketuai oleh Achmad Syaiku. Saya sendiri tergabung dalam kelompok pertama, bersama jurnalis senior Yousri Nur Raja Agam.

Hubungan Surabaya dengan kota-kota di Tiongkok Selatan telah terjalin sejak lama. Pada 2005, delegasi dari Guangzhou, Xiamen, dan Kunming menghadiri Sister City Forum di Surabaya. Masing-masing kota ini memiliki karakteristik unik dalam kerja sama dengan Surabaya, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga teknologi informasi.

Bandara Hongkong
Penulis Teddy Ardianto Saat tiba di Bandara Internasional Hongkong

Pada tahun 2014, Pemkot Surabaya melepas rombongan wartawan untuk melakukan perjalanan ke tiga kota di Tiongkok Selatan: Guangzhou, Jiangmen, dan Xiamen. Tanpa kehadiran pegawai negeri sipil (PNS), perjalanan ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang pengelolaan kota-kota besar di negeri Tirai Bambu.

Kunjungan ke Kantor Guangzhou Daily

Selasa, 2 Desember 2014, kelompok pertama tiba di kantor redaksi Guangzhou Daily News yang terletak di Jalan Tongle No.10, Guangzhou. Kami disambut dengan hangat oleh Deputi Direktur Guangzhou Daily Group, Mr. Shunjing Lu, beserta lima staf redaksi dan staf perusahaan.

Dalam pertemuan itu, Mr. Shunjing Lu menunjukkan ketertarikannya pada perkembangan media di Surabaya, khususnya sosok Dahlan Iskan dan putranya, Azrul Ananda.

“Saya pernah bertemu Azrul dalam sebuah acara. Dia pemilik salah satu koran besar di Indonesia,” ujarnya dengan nada antusias.

Suasana semakin cair ketika ia menunjuk salah satu wartawan Surabaya yang wajahnya dianggap mirip dengan mantan Presiden Amerika Serikat.

“Kamu mirip Barack Obama,” ujarnya, yang langsung disambut tawa oleh rombongan.

Ketua rombongan, Yousri Nur Raja Agam, kemudian memperkenalkan satu per satu anggota delegasi. Sebagai penerjemah, Chandra Wurianto Woo—seorang pengusaha asal Surabaya yang sedang berada di Guangzhou—membantu menjembatani komunikasi.

Yousri juga menyampaikan salam dari Wali Kota Surabaya saat itu, Tri Rismaharini, serta harapan agar kerja sama antara dua kota ini terus berlanjut. Tahun 2015 menandai satu dekade hubungan Sister City antara Surabaya dan Guangzhou, dengan banyak kolaborasi yang telah terjalin, termasuk di sektor pendidikan, kebersihan, lingkungan hidup, dan transportasi.

Sinergi Media dan Pemerintah di Guangzhou

Dalam sesi diskusi, Mr. Shunjing Lu menjelaskan bahwa media di Guangzhou lebih banyak menyoroti isu seni dan budaya dibandingkan politik dan pemerintahan.

“Media di sini berperan aktif dalam mengangkat persoalan publik. Pemerintah kemudian meresponsnya dengan kebijakan yang tepat,” jelasnya.

Guangzhou Daily sendiri telah beroperasi selama 62 tahun, dengan edisi harian yang mencapai 15 halaman. Sebagai surat kabar milik pemerintah, mereka berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Sebagai kota terbesar ketiga di Tiongkok setelah Beijing dan Shanghai, Guangzhou menghadapi tantangan urbanisasi dan pencemaran lingkungan. Dengan populasi sekitar 19 juta jiwa, media massa turut berperan dalam menyuarakan isu-isu krusial yang berdampak pada masyarakat.

“Negara dengan populasi besar pasti menghadapi banyak masalah. Namun, sinergi antara media dan pemerintah dapat menjadi solusi dalam mengatasi tantangan tersebut,” tutur Shunjing Lu.

Diskusi itu memberikan wawasan baru bagi rombongan wartawan Surabaya tentang bagaimana media dan pemerintah di Guangzhou bekerja sama dalam menangani isu-isu perkotaan. Perjalanan ini bukan sekadar studi banding, melainkan juga menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika jurnalistik di negeri Tirai Bambu.

Sekolah Bahasa, Budaya dan Olahraga Kungfu

Rombongan wartawan Surabaya juga diagendakan berkunjung ke Sekolah Bahasa, Budaya dan Olahraga Kungfu. Kami diantar oleh Pak Wong Tie Kong sebagai penerjemah. Pak Wong adalah orang Guangzhou, kelahiran Jakarta.

Saat tiba di komplek Sekolah yang bernama pakai Bahasa Inggris: Guangdong Overseas Chinese Vocational School dan Guangdong Chinese Languange and Culture Educational Training College, kami disambut oleh Direkturnya bernama Jerry Li.

Kami langsung diajak menyaksikan tempat latihan olahraga Kungfu. Di sana dijelaskan tentang Kungfu, serta dajak keliling menyaksikan demonstrasi latihan Kungfu di berbagai arena.

Dijelaskan pula oleh Jerry Li, bahwa di sekolah ini di samping bahasa, juga diajarkan pula tentang budaya China, serta kegiatan yang berhubungan dengan budaya, termasuk olahraga Kungfu.

Secara kebetulan saat berada di kampus perguruan olahraga Kungfu ini, ada salah satu siswanya, bernama Ratna yang berasal dari Krembangan Surabaya.

Ratna mengaku, sengaja datang ke tempat itu untuk belajar bahasa Mandarin dan belajar Kungfu.

Kungfu di tempat itu adalah yang terbaik di Cina. Sejak lulus SMA swasta Surabaya, pertengahan tahun 2014, ia diminta orangtuanya untuk kuliah di tempat ini. Menurut Ratna, ia belajar budaya dan bahasa Mandarin. Sebab, perguruan ini dikenal paling baik di China.

Zhu Jiang Obyek Wisata Sungai di Guangzhou

Malam, kami diajak Biro Perjalanan Wisata dari Perwakilan PT.Fullmoon di Guangzhou, mengikuti wisata sungai, di Sungai Mutiara atau Zhu Jiang. Saat itu, kota Guangzhou ibukota Provinsi Guangdong, masih mendung. Sejak siang hingga sore hujan turun silih berganti dengan gerimis.

Awan masih menggayut di langit kota terbesar di Tiongkok Selatan itu. Cuaca tanggal 3 Desember 2014 itu sudah mendekati musim dingin.

Guangzhou
Penulis saat berada di sebuah komplek Plaza di Guangzhou China

Temperatur berkisar antara 9 sampai 15 derajat Celcius.

Kami, rombongan wartawan dari Surabaya, diajak untuk menyaksikan keindahan malam dengan menaiki kapal pesiar. Kapal yang cukup mewah ini mengangkut sekitar 200 orang menelusuri Sungai Mutiara atau Zhu Jiang yang membelah kota Guangzhou. Sungguh menakjubkan, apalagi sungainya cukup lebar, seperti Kali Surabaya di daerah Karangpilang ke Gunungsari.

Kalau di Kali Surabaya yang merupakan awal dari Sungai Kalimas, di kiri kanan yang terlihat adalah bangunan dengan semak belukar yang gelap dan remang di waktu malam. Bahkan ke hilir menuju Sungai Kalimas, badan sungai menyempit, sehingga tidak mungkin dilayari kapal sebesar di Guangzhou itu.

Tidak hanya itu, di Guangzhou ini, di kiri kanan sungai berdiri bangunan tinggi dan megah dengan lampu gemerlap berwarna-warni. Kita hanya bisa mimpi, kapan Kota Surabaya bisa menjadikan Sungai Kalimas menjadi obyek wisata sungai seperti di berbagai kota di manacanegara itu.

akan selalu mengatakan, belumlah anda ke Guangzhou, kalau belum menikmati indahnya Pearl River Night Cruise dengan kapal pesiar.

Tidak terlalu mahal, cukup dengan membayar karcis seharga 7 Yuan, atau sekitar Rp 12.000,- Di atas kapal, kita menduduki kursi dengan meja yang menyediakan makanan, buah dan minuman teh khas China. Kita juga bebas berjalan ke segala arah melihat pemandangan dan berfoto dengan latar belakang keindahan malam sekitar tiga jam.

Kota Jiangmen

Kota Jiangmen adalah Kota yang bertetangga dengan Kota Guangzhou, juga di Provinsi Guangdong. Kota Jiangmen ini, merupakan kota yang baru berkembang dengan pesat setelah pemerintahan baru China membuka politik ekonomi terbuka awal tahun 2000-an.

Perkembangan Kota Jiangmen dianggap luar biasa, bahkan kota yang semula adalah daerah pertanian, diubah penampilannya menjadi kota metropolitan.

Kota Jiangmen dibangun dan dipersiapkan menjadi kota yang bakal banyak menggunakan teknologi informasi dan komunikasi global.

Konon, selain ke kawasan Asia Selatan, termasuk Indonesia, dahulu nenek moyang mereka banyak yang merantau ke Amerika dan Kanada.

Para perantau itulah yang banyak kembali ke negeri leluhurnya menjadi investor berbagai bidang industri. Tidak hanya itu, Kota Jiangmen yang semula penduduknya hanya sekitar 1,2 juta jiwa dipersiapkan bakal menampung 10 juta jiwa para urbanisasi yang kana bekerja di dunia industri modern. (ted)

Guangzhou Pemkot Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

30 Merk Kosmetik Berbahaya

30 Januari 2016

Sambut Tahun Baru dengan Bermain Karawitan

1 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.