Surabaya (beritajatim.com) – Umumnya orang menggunakan kertas sebagai media tulis menulis. Tetapi di tangan Suharto, kertas bisa menjadi media pengobatan.
Lelaki yang biasa praktek di Klenteng Cokro yang beralamat di Jl. Cokroaminoto Surabaya ini, setiap hari Kamis dan memiliki pasien sekitar 400 orang per hari. “Saya ke sini karena penasaran. Siapa tahu berjodoh,” kata Faiz (19) seorang pengunjung yang mengantar salah satu keluarganya berobat.
Uniknya, di klenteng yang seharusnya sedang menyiapkan Imlek, di klenteng Cokro malah digunakan untuk tempat pengobatan yang bermanfaat bagi orang lain. Praktek pengobatan ini sangat sederhana. Melalui kertas yang diselipkan di sela-sela jari kemudian disentil bisa diketahui penyakit apa yang sedang diderita oleh pasien.
“Awalnya saya sempat gak percaya, tapi saya udah lihat bukti hidupnya,” ujar Faiz.
Memang terlihat sepele, tapi kebanyakan pasien terlihat puas dengan hasil yang mereka dapat. Apalagi praktek pengobatan ini tidak menentukan tarif yang harus mereka bayar untuk berobat.
“Bayarnya seikhlasnya,” terang Faiz lagi. [ziz/but]
