Surabaya (beritajatim.com) – Serikat pekerja dan buruh se-Kota Surabaya melakukan deklarasi dan kontrak politik untuk mendukung pasangan Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fu-Yu) dalam pilwali Surabaya. Acara dukungan yang diberikan 28 perwakilan elemen buruh ini digelar di Taman Remaja Surabaya (TRS), Minggu (11/4/2010).
Mereka ini di antaranya adalah DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Sarbumusi, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Buruh Kerakyatan (SBK) dan Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Kota Surabaya.
Tokoh pekerja Ismail Syarif kepada wartawan mengatakan, dukungan ini diberikan kepada Fu-Yu karena dianggap sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota yang bisa memperjuangkan perekonomian dan perlindungan bagi pekerja.
“Kita nggak butuh calon walikota yang hanya bisa buat taman dan infrastruktur saja. Tapi, calon yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan menarik investasi masuk ke Surabaya,” tuturnya.
Kontrak politik yang diteken Fandi Utomo bersama 4 perwakilan serikat pekerja adalah menciptakan lapangan kerja dan upah layak, melindungi pekerja, membina dan membiayai operasional organisasi serikat pekerja/buruh, mencabut sistem kerja outsouching dan membantu perusahaan yang terpuruk agar sehat.
Fandi Utomo menjelaskan, 20 persen masyarakat Surabaya berada di sektor pekerja dan berkontribusi 30 persen terhadap PDRB Surabaya.
“Jika ada calon walikota tidak memperjuangkan pekerja, berarti dia mengingkari janji pada warga Surabaya. Tapi, saya harap kontrak politik tidak jadi catatan di atas kertas saja, melainkan bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Menurut Fandi, jika pekerja sejahtera dipastikan keluarganya di rumah juga akan sejahtera dan perekonomian bisa baik. “Surabaya itu untuk semua, juga untuk nasib pekerja. Saya ingin menekan laju pengangguran hingga menjadi 1-2 persen selama menjabat pada tahun kelima,” pungkasnya.
