Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»Said Aqil: NU Bukan Karier Politik
Default image

Said Aqil: NU Bukan Karier Politik

Politik Pemerintahan 7 April 2010

Kediri (beritajatim.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Said Aqil Siradj menjamin kepengurus NU selama 2010-2015 terbebas dari orang-orang yang terlibat dalam politik praktis. Said berjanji akan membawa kembali NU lima tahun kedepan dengan orientasi kembali ke pesantren.

“NU tidak memasuki ranah politik, karena politik ada ranahnya sendiri. Pengurus NU tidak boleh terlibat politik praktis, tidak boleh dukung-mendukung. Karena NU bukan karier politik,” tandas Said Agil Siradj kepada beritajatim.com saat menemui Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki, Rabu (7/4/2010)

Masih kata Said Agil, yang juga alumnus Ponpes Lirboyo Kediri, bahwa, NU akan dikembalikan kepada pandangan pesantren. Yang berorientasi pada, agama, aklaq, ilmu, dan kemandirian.

Lalu, ketika didesak apakah dirinya juga akan memebersihkan orang-orang NU yang sekarang terlibat dalam berbagai kegiatan politik seperti halnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), Said mengaku jika pengertian mengembalikan NU kepada orientasi pesantren adalah meluruskan kepengurusan pusat yang nantinya bakal diikuti oleh pengurus bawah

“Tidak seperti demikian, semuanya akan dirangkul. Annasu a’la dini wal muluki, kalau dari atasnya baik, ke bawahnya juga akan baik. Lalu, jika ada pengurus pusat masuk ke ranah politik, maka konskuensinya silahkan keluar dari NU, “ tegas Said

Ditanya mengenai maksud kedatangannya ke Lirboyo Kediri, Said mengaku sebagai wujud sowan seorang santri kepada kiainya. Sebagai alumni Lirboyo yang sebelumnya juga juga datang dan meminta do’a kepada KH Idris Marzuki sebelum pergi mengikuti kegiatan Muhtamar NU ke-32 di Makassar 25-31 Maret lalu, sudah seharusnya kembali sowan sebagai rasa terima kasihnya.

Niat Said untuk mengembalikan posisi NU yang bersih tidak akan masuk ke ranah politik, merupakan bentuk kemandiran NU sebagai organisasi masyarakat (ormas) nahdiyin. Sementara itu saat ditanya apakah nanti dalam penyusunan pengurus NU Said akan melibatkan orang-orang Istana Negara, dirinya mengaku belum biasa menjawab.

Said hanya menegaskan bahwa ia akan mengedepankan kiai-kiai sepuh sebagai rujukan dari segala kebijakan yang nantinya bakal diambil.

“ Seperti KH. Bisri Samsyuri, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ketika itu pesantren meminta NU masuk GBHN, kakeknya Wakil Gubernur Saifullah Yusuf itu menolaknya. KH Bisri menunjukkan bahwa NU adalah organisasi yang mandiri. Sehingga NU telah terselamatkan dari intervensi pemerintah,” tandas Said.

Terpisah KH Idris Marzuki memberi pesan kepada KH Said Aqil Siraj agar melaksanakan tugasnya yang baik selama kepempimpinannya lima tahun mendatang. Baik kepada masyarakat, atau khususnya msyarakat nahdiyin, serta menepis segala bentuk isu-isu yang kurang baik.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.