Surabaya (beritajatim.com) – 93 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilwali Surabaya akhirnya terbentuk. Ini setelah Panwas Kota selesai melakukan fit and proper test terhadap calon anggota Panwascam.
“Betul, kami selesai melakukan tes dan sebagainya. Sekitar pukul 4 dinihari tadi semuanya beres,” ujar anggota Panwas Surabaya, Soeparno, Rabu (7/4).
Sejak Selasa pagi kemarin, tiga anggota Panwas Kota yakni Wahyu Haryadi, Andreas Pardede dan Soeparno sendiri melakukan tes di kantor Panwas, Jl. Arif Rahman Hakim. Selanjutnya, Panwas segera melakukan rapat pleno dan memutuskan nama-nama yang lolos dalam Panwascam.
“Rabu sore sudah pleno dan Jumat lusa akan dilakukan pelantikan di Gedung Sawunggaling. Setiap Panwascam berjumlah 3 anggota,” tuturnya.
Setelah dilantik, tugas Panwascam selanjutnya adalah membentuk satu Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di tiap-tiap kelurahan. Sehingga, jumlah PPL di Surabaya berjumlah 163 PPL sesuai dengan jumlah kelurahan di kota ini. Soeparno berharap, Panwascam sesegera mungkin membentuk PPL mengingat semakin mepetnya pelaksanaan Pilwali.
Dengan terbentuknya Panwascam, Panwas Kota sudah akan mulai terasa lebih ringan tugasnya dalam menjalankan amanat serta tindakan yang mengindikasikan adanya pelanggaran terkait pasangan calon walikota.
Menurut dia, pihaknya sudah bisa berkoordinasi dan segera mengambil tindakan tegas jika ada pasangan calon yang tidak menjalankan aturan main Pilwali sesuai yang ditetapkan KPU Surabaya, khususnya di wilayah-wilayah pelosok kota.
“Dengan dibentuknya Panwascam, tugas Panwas Kota pasti lebih mudah. Yang jelas, Panwas siap mengawasi jalannya proses Pilwali mulai awal hingga berakhirnya masa pemilihan Surabaya 1 dan 2,” paparnya.
