Mojokerto (beritajatim.com) – Meski tidak berangkat dari partai politik (parpol), pasangan independen, Misnan – Rahma Sofianah (Misof) menargetkan perolehan suara melebihi incumbent. Misof optimis bisa meraup suara sebanyak 65 persen di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto, 9 Desember mendatang.
“Awalnya, saya ingin mendaftar dari PKB tapi karena PKB tidak ada pendaftaran sehingga saya pilih mendaftar dari jalur independen. Saya siap memenuhi kekurangan dukungan dan memperoleh suara lebih dari incumbent yakni 65 persen,” ungkapnya usai mendaftar, Selasa (28/07/2015).
Masih kata pengurus PAC PKB Kecamatan Trawas ini, kantong mendukung sesuai perekrutan KTP yakni di daerah pemilihan (dapil) 3 dan 4. Misnan menepis, ia mendaftar sebagai boneka oleh incumbent di pilbup mendatang karena ia mengaku serius mendaftar sebagai cabup-cawabup Mojokerto periode 2015-2020.
“Saya tidak merasa dijadikan boneka, saya serius, kita sama-sama manusia pasti bisa. Jika saya terpilih menjadi bupati-wakil bupati Mojokerto, saya akan memakmuran Mojokerto lebih baik lagi. Jika yang kemarin sudah baik, maka saya akan menyempurnakan lagi,” katanya.
Misnan mengaku dekat dengan semua sehingga ia optimis dan tidak akan mundur dari bursa cabup-cawabup Mojokerto. Menurutnya, ia sudah melaporkan harta kekayaannya ke KPK yakni sebesar Rp872 juta dan Rahma Sofianah sebesar Rp650 juta. Sekadar diketahui, Misnan merupakan warga Desa Sugeng, Kecamatan Trawas.
Ia pernah menjadi sopir pribadi dari ayah incumbent, H Jakfaril. Sehingga munculnya pasangan ini, disinyalir sudah disiapkan oleh incumbent untuk menghindari calon tunggal. Pasalnya, rifal politiknya yang juga Wakil Bupati, Choirun Nisa diprediksi tidak bisa mendaftar karena partainya yakni Nasdem menurunkan rekomnya untuk incumbent. [tin/but]
