Lamongan (beritajatim.com) – Pasangan Handoyo – Kartika Hidayati (SEHATI) mengindikasikan turunkan gambar salah satu calon pasangan yang maju dalam pemilukada yang akan digelar 23 Mei mendatang dianggap sebuah kecurangan, polisi harus menangkap pelakunya.
Perilaku seperti Itu sebuah kecurangan, dan kemasukan orang luar, kami minta agar polisi segera menangkap pelakunya, saya tidak mau ada korban ribuan massa, lebih baik saya yang didepan tukas Handoyo cabup yang diberangkatan dari PDIP berapi-api.
Sementara Kapolres Lamongan Gagas Nugraha dikonfirmasi terkait ricuhnya pleno terbuka dan diminta salah satu pasangan calon, agar menangkap pelakunya mengatakan, itu kewenangan panitiya pengawas, kalau memang ada pelanggaranya, dilaporkan ke polisi ya kita tindak lanjuti sesuai UU Pemilu, nggak bisa kita main tangkap aja tegas mantan Kapolres KP3 Surabaya usai acara.
Menanggapi kericuhan yang terjadi saat rapat pleno terbuka undian nomer urut pasangan dan penetapan pasangan calon Ketua Panwas Lamongan Mustakim mengatakan, kami hanya sebatas menghimbau kepada KPU, agar berhati-hati biar tidak menimbulkan salah persepsi Tukasnya.
Ditempat terpisah, Ketua KPU Lamongan Khoirul Huda menyatakan, kejadiaan itu diluar skenario, sebenarnya gambar itu turun, setelah nomer urut mulai nomer 1 diumumkan, gambar no urut 1 turun dan seterusnya, tidak tahu, kok tiba-tiba nomer 3 yang turun lebih duluan. Akan kita cari orangnya dan segera kita klarifikasi Ujar Huda kepada beritajatim.com dikantor KPU.
