Surabaya (Beritajatim.com) – Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali Surabaya 2010 menepati janjinya untuk menertibkan baliho pasangan calon wali kota. Dalam operasi yang berlangsung sejak Sabtu (10/4/2010) malam hingga Minggu dini hari, ratusan baliho diturunkan dari berbagai titik strategis di kota Surabaya.
Dengan menggandeng Satpol PP, Bakesbanglinmas, dan Polwiltabes Surabaya, Panwas bergerak sejak pukul 22.00 WIB untuk menertibkan baliho dari kandidat yang lolos maupun tidak lolos pendaftaran.
Anggota Panwas Surabaya, Andreas Pardede, menjelaskan bahwa total 160 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini. Mereka menyisir 74 jalur protokol di Surabaya.
“Semua baliho kami tertibkan, tanpa pandang bulu, baik milik kandidat mana pun dan dipasang di mana pun,” tegasnya.
Tak hanya satu malam, penertiban ini akan berlanjut selama tiga malam ke depan untuk memastikan seluruh alat peraga kampanye yang melanggar aturan benar-benar bersih.
Menurut Petrus Hariyanto, Humas KPU Surabaya, tim dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari KPU, Panwas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Linmas, Satpol PP, serta Kepolisian.
“Setiap tim bertugas membersihkan setidaknya 17 jalur atau jalan protokol,” jelasnya.
Baliho Kandidat Cawali Tak Luput dari Penertiban
Dari hasil pantauan Beritajatim.com, tim jalur lima yang menyisir kawasan Jl. Mayjend Sungkono, Jl. HR. Muhammad, Jl. Indragiri, hingga Jl. Dr. Soetomo menertibkan seluruh baliho tanpa tersisa.
Beberapa alat peraga kampanye yang diturunkan antara lain milik pasangan BF Sutadi dan Arif Afandi-Adies Kadir, yang mendominasi kawasan tersebut. Bahkan, baliho Bacawali yang batal maju, Yusuf Husni, di Jl. Indragiri depan Gelora Pantjasila juga ikut ditertibkan.
