Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»Mendengar Keluhan Pengusaha UKM, FU Komitmen Memajukan UKM Surabaya
Default image

Mendengar Keluhan Pengusaha UKM, FU Komitmen Memajukan UKM Surabaya

Politik Pemerintahan 7 April 2010

Surabaya (beritajatim.com) – Dengan melihat potensi Usaha Kecil Menengah yang ada di kota Surabaya, calon walikota Fandi Utomo berjanji akan memajukan industri UKM. hal ini setelah melihat hasil kreatif pengolahan mangrove yang selama ini belum tergarap secara maksimal oleh Pemkot Surabaya.

Bahkan mantan dosen ITS ini menjanjikan akan memberikan 8 sampai 10 persen dana dari APBD untuk memajukan UKM di Surabaya.Hal ini disampaikan cawali yang juga pengusaha ini ketika mendengar keluhan para perajin di sentra kerajinan mangrove dikawasan Kedung Asem Surabaya, Rabu (07/04/2010).

Dalam acara yang dikemas dengan acara ngobrol santai tersebut, para perajin yang diwakili Ketua kelompok perajin hasil olahan mangrove Lulut mengatakan selama ini kelompoknya secara swadaya memproduksi hasil olahan mangrove untuk dijadikan sebagai kain batik dan makanan yang lain seperti tempe dan makanan ringan yang lain.

“Kami melihat hasil olahan mangrove juga bisa digunakan sebagai bahan industri kreatif,” ujar Lulut.

Wanita yang sudah memberikan pelatihan pengolahan hasil mangrove selama puluhan tahun ini menambahkan, bahkan untuk memasarkan hasil kerajinannya sekalipun para pengrajin harus melakukan dengan cara swadaya.

“Perhatian Pemkot kurang ada, padahal jika ini dikelola dengan baik bisa jadi hal ini menjadi identitas Kota Surabaya,” imbuh Lulut.

Menanggapi hal ini calon walikota Fandi Utomo mengatakan sebagai orang yang berlatarbelakang pengusaha, dirinya sangat memahami apa yang disampaikan oleh para perajin, karena antara usaha kecil menengah dengan pemerintah adalah sesuatu hal yang sulit untuk dipisahkan.

“Paling tidak Pemkot Surabaya harus bisa menjadi regulator yang baik sehingga bisa mendorong UKM untuk terus maju,” ujarnya.

Disamping memberikan modal, jelas Fandi, Pemkot Surabaya juga harus menjadi jembatan UKM untuk memasarkan hasil industrinya keluar Negri layaknya negara-negara yang lain, yang bertujuan untuk meminimalisir angka pengangguran.(rif)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.