Tuban (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menghadapi aksi unjuk rasa dari puluhan warga saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Minggu (27/02/2011).
Massa yang tergabung dalam Forum Pecinta Damai Kabupaten Tuban menggelar demonstrasi di depan Polres Tuban, tempat berlangsungnya agenda gubernur.
Berdasarkan pantauan beritajatim.com di lapangan, sekitar 20 perwakilan massa membawa berbagai spanduk dan tulisan yang menuntut Soekarwo untuk mengawal jalannya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban 2011 secara ketat.
Mereka menginginkan proses pemilihan berjalan aman dan tertib tanpa insiden seperti yang terjadi pada 2006 silam.
“Kami menggelar aksi ini agar gubernur memberi perhatian khusus terhadap Pemilukada Tuban tahun ini. Kami ingin memastikan tidak ada kerusuhan selama proses pemilihan,” ujar Suhadi (39), koordinator aksi.
Para demonstran juga menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah pasangan calon. Mereka menuding adanya praktik politik uang dengan pembagian dana berkisar Rp 20.000 hingga Rp 50.000 kepada warga. Laporan mengenai dugaan ini telah diajukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwas), namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami sangat berharap gubernur dapat turun tangan dalam mengawasi jalannya Pemilukada Tuban. Jangan sampai insiden kerusuhan seperti tahun 2006 terulang kembali,” tegas Suhadi.
Sementara itu, agenda kunjungan kerja Soekarwo masih berlangsung di Ruang Serbaguna Polres Tuban. Massa yang menggelar aksi tetap bertahan di luar halaman Polres dengan harapan dapat bertemu langsung dengan gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, harapan masyarakat adalah proses Pemilukada Tuban dapat berjalan lancar dan kondusif tanpa adanya gangguan atau pelanggaran. (mut/ted)
