Ngawi (beritajatim.com) – Dugaan tersebut mencuat saat salah satu pasangan calon bupati Ngawi Ratieh Sanggarwati melaporkan pada panwas telah menjadi korban black campain, dengan cara pembagian uang palsu yang dilakukan oleh tim sukses siluman yang mengaku dari Ratieh-Anam.
Saat ditemui disela sela acara pagelaran wayang kulit di alun alun Kab Ngawi Ratieh Sang menyatakan, dirinya cukup terkejut dengan adanya tim sukses yang mengatas namakan dirinya dalam membagikan uang palsu tersebut.
Apalagi setelah diketahui bahwa uang tersebut adalah upal, ujarnya Jumat malam (09/04/2010).
Dari informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com uang yang diduga palsu tersebut telah disebarkan di beberapa desa yang tersebar di Kab Ngawi, dengan besaran nilai yang berfariasi mulai Rp20.000 sampai dengan Rp50.000 per orang.
Sebagai mana diketahui beberapa hari yang lalu sindikat pembuat uang palsu beromset miliaran juta rupiah, baru saja diringkus oleh pihak kepolisian di salah satu hotel yang ada di Sarangan Kab Magetan.
Dengan tertangkapnya sindikat yang sebenarnya beroperasi di Jakarta tersebut di Magetan yang berjarak tidak jauh dari Ngawi ini ada dugaan yang mengarah kedatangan sindikat tersebut bermaksut mencari keuntungan saat pesta demokrasi kota keripik tempe ini berlangsung.
