Surabaya (Beritajatim.com) – Fitradjaja, calon walikota Surabaya mengaku tidak terpengaruh dan mendukung sikap Panitia Pengawasan (Panwas) Pilwali Surabaya yang akan membersihkan dan menertibkan baliho pasangan calon walikota, Sabtu tengah malam nanti. Ini, kata dia, pihaknya sama sekali tak memasang baliho pencalonannya maju dalam pertarungan memperebutkan kursi L-1 dan L-2 periode lima tahun ke depan.
“Mari kita hargai dan patuhi aturan yang berlaku. Kalau memang belum waktunya kampanye, mari kita ikuti,” tukasnya, Sabtu (10/4/2010).
Pihaknya, lanjut dia, sengaja tidak memasang baliho karena memang belum masuk dalam tahapan kampanye yang akan berlangsung mulai 16 Mei mendatang.
“Tapi nanti pada saat kampanye, tim pemenangan yang akan memasangnya. Bagaimanapun juga, sosialisasi sangat penting,” tukas pasangan Naen Suryono tersebut.
Saat ini, Fitradjaja dan Naen memang masih sibuk menggalang dukungan dari kelompok-kelompok masyarakat. Terakhir, komunitas pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mendukung langkah Naen Suryono berkiprah di ajang politik.
Selain itu, Fitradjaja yang juga mantan aktivis ’98 tersebut mengaku telah mengumpulkan foto ia dan pasangannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Sesuai aturan yang disepakati, foto yang nantinya dipakai dalam kertas suara tersebut harus berlatar atau background putih dan nomor urut berwarna hitam.
“Sudah kami berikan ke KPU. Tidak ada masalah dan kami siap maju dan mengikuti tahapan berikutnya,” papar pasangan nomor urut 5 itu.
