Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

Politik Pemerintahan 8 November 2016

Mojokerto (beritajatim.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jatim di Trowulan memastikan, jika temuan struktur bangunan batu bata kuno di Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto merupakan bekas gapura Kerajaan Majapahit. Kepastian tersebut setelah dilakukan proses ekskavasi.

Kasi Perlindungan, Pemanfaatan dan Pengembangan BPCB Trowulan, Edhi Widodo menjelaskan, tim memang sudah melakukan ekskavasi selama satu minggu. “Dari proses ekskavasi itu, struktur bangunan batu bata kuno tersebut menyerupai bentuk gapuro dibandingkan candi (tempat pemujaan),” ungkapnya, Selasa (8/11/2016).

Meski bagian struktur tersebut dipastikan merupakan gapura, namun kata Edhi, yang sudah diekskavasi baru satu bangunan saja. Sedangkan pasangan gapuro lain, lanjut Edhi, belum ditemukan. Namun dengan adanya kepastian jika struktur bangunan tersebut merupakan gapura, maka kemungkinan di daerah itu adalah pintu menuju ibukota Kerajaan Majapahit di era awal.

“Kalau gapura, jelas ada dua struktur. Yang kami temukan baru satu gapura saja, yang satunya belum ditemukan. Diperkirakan, satu gapura lain masih terpendam di area ladang tebu yang bersebelahan dengan temuan struktur bangunan ini. Jika melihat bentuknya maka tinggi gapura mendekati situs Wringin Lawang di Kecamatan Trowulan, yang tingginya 23 meter,” katanya.

Sedangkan untuk lebar pintu masuk gapuro tersebut, diperkirakan sekitar empat meter. Edhi menambahkan, dengan ditemukannya satu bagian gapura kuno ini, maka tugas BPCB Trowulan berikutnya adalah mencari satu bagian gapura lainnya. Namun untuk mencari situs lainnya, BPCB baru akan melakukan ekskavasi pada 2017 mendatang.

“Karena diduga nasih banyak temuan terpendam di area ladang tebu. Ekskavasi berikutnya akan dilakukan pada tahun depan. Sedangkan untuk bagian gapura yang sudah diekskavasi ini, rencananya akan membuka untuk umum sebagai objek wisata dengan menempatkan juru pelihara agar bisa terjaga tidak rusak dari tangan jahil. Mungkin tahun depan, untuk honor akan diusulkan ke pemerintah pusat atau Pemkab Mojokerto,” tegasnya.[tin/kun]

cagar budaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.