Surabaya (beritajatim.com) – Tak ingin dianggap tebang pilih dan setengah hati dalam penertiban baliho pasangan calon walikota (cawali) Surabaya, Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali akan segera menertibkan baliho raksasa yang terpasang di papan-papan reklame. Ini ditegaskan anggota Panwas Andreas Pardede, Senin (12/4/2010).
Kata dia, seharusnya deadline atau batas masa penertiban dan pembersihan sudah habis, namun karena baliho papan reklame kesulitan dibongkar, maka Panwas belum sempat menertibkannya. “Tapi kami pasti akan menertibkan baliho yang medianya papan reklame,” tegasnya.
Langkah yang diambil Panwas, lanjut dia, pihaknya saat ini tengah bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota, khususnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya yang selama ini mengurusi papan reklame dan Satpol PP.
“Koordinasi ini penting untuk mengetahui secara teknis dan tidak menganggap Panwas seenaknya membongkar materi papan reklame,” terang Andreas.
Pantauan Beritajatim.com, hampir semua pasangan cawali memasang iklannya di papan reklame di jalan-jalan protokol berbagai ukuran. Mereka yang memasang baliho di papan reklame diantaranya Cawali nomor urut 1 yakni BF Sutadi yang dipasang tanpa gambar wakilnya Mazlan Mansur, nomor urut 2 yakni Fandi Utomo-Julius Bustami, nomor urut 3 yakni Arif Afandi-Adies Kadir, nomor urut 4 yakni Tri Rismaharini-Bambang DH.
Hanya gambar pasangan nomor urut 5 yakni Fitradjaja-Naen Soeryono yang balihonya nyaris tidak pernah ditemui di Surabaya.
