Surabaya (Beritajatim.com) – Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2010, beberapa calon walikota maupun wakilnya kerap keluar masuk kampus. Meski bukan sosialisasi dan kampanye, namun bisa dinilai tebar pesona kepada lingkungan kampus dan mencoba merebut hati untuk mendapatkan simpati.
Menanggapinya, Menteri Pendidikan Nasional RI, Muhammad Nuh mengaku tak mempermasalahkan tebar pesonanya cawali ke kampus-kampus.
”Nggak apa-apa mereka (cawali) masuk kampus. Asalkan pihak kampus mempersilahkan dan memperkenankan ya nggak apa-apa,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela kunjungannya di Surabaya, Sabtu (10/4/2010).
Hanya saja, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu meminta agar pihak perguruan tinggi tetap menjaga netralitasnya dalam Pilwali yang digelar 2 Juni mendatang tersebut.
Kata Nuh, tetap tidak dibenarkan jika warga kampus melakukan aksi dukung-mendukung terhadap salah satu cawali. ”Pokoknya, yang penting netralitas kampus harus dijaga,” tegas mantan Menteri Komunikasi dan Informasi periode lalu itu.
Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto menegaskan agar pihak kampus tidak bermain-main dalam menghadapi Pilwali yang semakin dekat. Pihaknya juga sudah mengetahui dari beberapa media tentang adanya cawali-cawali yang masuk ke kampus.
”Yang jelas kampus itu netral, tidak berpihak sana-sini. Perguruan tinggi, sekolah dan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) semuanya netral,” paparnya. ”Di kampus juga tidak boleh ada kampanye atau gambar cawali satupun,” tambah mantan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemprov Jatim itu.
