Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah-tengah konferensi pers yang digelar Polda Jatim pukul 21.00 WIB, Selasa (7/4/2009), Naziri, tersangka dalam kasus money politik ini
terlihat dilarikan dari pandangan wartawan.
Naziri yang semula berada di salah satu ruang di gedung Rupatama Polda Jatim, terlihat digandeng oleh dua orang. Melihat Naziri hendak keluar gedung, sontak sontak beberapa wartawan berlari mengejar agar bisa mengambil gambar dan berniat melakukan wawancara dengan Naziri.
Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Beberapa anggota polisi, baik yang berpakaian dinas maupun preman, terlihat berusaha menghalang-halangi para wartawan untuk mengambil gambar Naziri.
Oleh petugas, Naziri yang saat itu mengenakan hem putih motif garis biru langsung dinaikkan mobil Toyota Kijang warna biru tua bernopol B 2065 YX tanpa tahu mau dibawa ke mana.
Saat hendak melaju, sopir Kijang tersebut hanya mengatakan, “Maaf, maaf ya, Mas,” kepada wartawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Wakabareskrim, Irjen Hadi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyidikan dan menjanjikan akan mengumumkan jika sudah selesai.
“Kita masih lakukan penyidikan, nanti kalau sudah selesai, pasti akan kami beri tahu,” ujarnya kepada wartawan.
Belum diketahui apa motif Naziri. Saat dicecar wartawan tentang motif yang dilakukan Naziri dalam melakukan laporan palsu seperti tuduhan polisi, Hadi hanya bungkam.
“Kita masih sidik apa motifnya,” imbuh Hadi. (tim)
