Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan di Bulak Banteng Wetan. Bahkan, Arif hanya geleng-geleng kepala melihat secara langsung jalan yang tak ubahnya kubangan tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi jalan disini. Kubangan ada dimana-mana dan selalu becek meski semalam tak turun hujan,” ujarnya ketika berkunjung di kawasan Bulak Banteng, Minggu (11/4/2010) pagi tadi.
Kata dia, ini dijadikan Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kota Surabaya saat ini. Arif juga mengaku bersyukur bisa ke kawasan Bulak Banteng sehingga tahu langsung keadaan dan kondisi jalan.
“Ini jelas sebuah PR bagi Pemkot Surabaya. Kami siap memperbaikinya,” terang istri Tjahjani Retno Wilis tersebut.
Setelah melihat kondisinya langsung, Wawali pun berjanji segera bertindak dan akan meminta dinas terkait untuk cepat memperbaikinya. “Besok Senin saya akan menindaklanjuti ini,” tukasnya.
Keprihatinan tidak hanya datang dari Wawali Arif Afandi, Ketua Komisi B M. Mahmud pun sangat menyayangkan sikap lamban Pemkot yang terkesan tidak peduli kawasan pinggiran, khususnya Bulak Banteng.
“Kalau lewat di daerah sini, seperti zaman Indonesia belum merdeka. Mau merdeka gimana, warga belum bisa menikmati jalan bagus,” paparnya.
Sedang, anggota DPRD Surabaya Dapil II, M. Anwar yang juga terjun langsung ke lokasi tak kalah prihatinnya. Karena berada di dapil yang sama, Anwar pun segera menindaklanjuti dan akan membuka data atau dokumen di dewan tentang jalan.
“Saya akan lihat dulu, kabarnya sudah dalam proses tender. Tapi apakah Jl. Bulak Banteng Wetan termasuk di dalamnya, saya akan mengeceknya lagi,” terang legislator asal Partai Demokrat tersebut.
