Surabaya (beritajatim.com) – Tim sukses pemenangan pasangan nomor urut pertama, Bagio Fandi Sutadi-Mazlan Mansur (Dimaz) meminta pembersihan atribut baliho oleh panitia pengawas (Panwas) Pilwali Surabaya 2010 tidak tebang pilih. Pasalnya, tim sukses pemenangan pasangan Dimaz menengarai pembersihan baliho pasangan peserta Pilwali Surabaya masih sepihak.
“Panwas Pilwali 2010 masih sepihak melakukan penurunan baliho buktinya sampai siang ini ada beberapa baliho pasangan nomor 2 dan 4 belum diturunkan,” kata Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Dimaz, M.Asmuni Guntoro kepada beritajatim.com, Minggu (11/4/2010).
Diakui M.Asmuni, selama ini Panwas Pilwali 2010 terkesan masih membiarkan atau tebang pilih dalam membersihkan baliho peserta Pilwali. Pasalnya, sebelum aturan ini turun beberapa baliho pasangannya banyak yang diturunkan oleh Panwas dan Satpol PP.
“Satu hari sebelum aturan dari Panwas turun beberapa baliho pasangan Dimaz sudah banyak diturunkan seperti di daerah Ngagel dan Gunungsari,” ujarnya.
Asmuni juga mengungkapkan, pada intinya pihaknya sangat menghormati aturan Panwas Pilwali 2010 asal semua pasangan peserta Pilwali sudah ada kesepakatan terlebih dulu.
“Kalau sudah ada kesepakatan dan tidak tebang pilih maka kami siap menurunkan semua baliho pasangan Dimaz,” pungkasnya.
Selain itu kata dia, Panwas Pilwali Surabaya juga harus membuat aturan tegas. Misalnya, jika aturan kesepakatan disetujui semua pasangan peserta Pilwali Surabaya. Namun, masih ditemukan ada baliho maka bisa dilanjutkan ke polisi.
Sebelumnya, Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali Surabaya 2010 tadi malam membersihkan baliho peserta Pilwali Surabaya. Penertiban itu dilakukan di 74 jalan protokol atau jalan utama di Surabaya. Dalam pembersihan baliho ini, Panwas dibantu oleh 6 instansi yang terdiri dari KPU, Panwas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Linmas, Satpol PP dan Polisi.
