Jember (beritajatim.com) – Menjelang Pemilukada di Jember suasana politik makin memanas, sejumlah partai politik pendukung calon bupati (Cabup) mulai mengatur strategi, namun tidak bagi PPP. PPP yang menjadi partai pendukung incumbent (MZA Djalal-Kusen Andalas) justru disibukkan dengan perppecahan yang di partai berlambang Ka’bah tersebut.
Bahkan 2 hari lalu, sejumlah pengurus PAC dan DPC PPP Jember merapatkan barisan untuk mendesak DPP PPP segera melakukan Muscablub untuk mengganti Ketua DPC PPP Jember KH Ali Wafa.
“Setelah berkonsultasi dengan DPW untuk masalah Jember ada 3 opsi, yakni dibekukan, Muscablub atau Muscab dipercepat, karena organisasi sampai saat ini macet dan tidak jalan,” terang KH Holik Jamaah, perwakilan dari Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP Jember, Sabtu (10/4).
Hal senada juga disampaikan Dewan Pakar DPC PPP Jember, Drs. Hudori Ama, menurutnya semenjak PPP dimpimpin Ali Wafa, komunikasi denga PAC, DPC, Dewan Pakar, MPC menjadi terputus.
“Karena DPC sifatnya kekanak-kanakan dan belum dewasa dalam berorganisasi sehingga tidak mampu mengelola organisasi,” imbuhnya.
Sehingga sejumlah pengurus mulai dari Dewan Pakar, MPC, DPC hingga PAC dan Ranting di desa-desa banyak yang minta diadakan Muscablub (musyawarah cabang luar biasa).
