Surabaya (beritajatim.com) – Sikap tidak jelas yang ditunjukkan oleh DPP, membuat DPW PPP Jatim ketar-ketir. Mereka pun mengambil sikap agresif dengan membentuk Tim Tujuh.
Tim yang diketuai oleh Muhammad Mirdasy itu pun langsung mengambil langkah cepat. Tugasnya hanya satu memastikan calon gubernur yang akan diusung oleh partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Tugas kami ingin mengetahui sikap DPP atas usulan DPW soal calon gubernur,” tutur Mirdasy pada wartawan di DPRD Jatim, Selasa (27/11/20097).
DPW lewat keputusan musyawarah kerja wilayah (muskerwil) Desember 2006 yang merekomendasikan Ketua DPW PPP Jatim, Farid Al Fauzi sebagai calon gubernur yang akan diusung. Namun hingga jelang satu tahun berlalu, DPP masih belum mengambil sikap.
Hal ini, diakui Mirdasy, membuat DPW ketar-ketir. Dengan waktu yang semakin mepet, pihaknya khawatir nanti mesin politik jadi terburu-buru dan tidak solid. “Jelas kami ketar-ketir. Setidaknya DPP beri juknis pada DPW lah soal ini,” sesal Mirdasy.
Oleh karena itu, Jumat (30/11/2007) esok, tim Tujuh akan mengirim surat ke DPP. Isinya meminta DPP segera memberikan keputusan tegas perihal calon gubernur ini.
Kalau Farid disetujui, diharapkan DPP segera menetapkan sebagi cagub. Tetapi jika ditolak, maka DPP diminta untuk membatalkan hasil muskerwil terlebih dahulu untuk menetapkan calon yang diusung di Pilgub 2008.
Termasuk kemungkinan mengusung Syaifullah Yusuf yang kerap disebut Ketua Umum Suryadharma Ali di berbagai kesempatan. “Siapapun yang ditetapkan DPP asalkan lewat musyawarah bersama dan lewat aturan yang ada, tentu DPW akan mematuhinya,” katanya. [sit/gus]
