Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»Himbau PNS Netral, Fandi Utomo Contohkan Dirinya
Default image

Himbau PNS Netral, Fandi Utomo Contohkan Dirinya

Politik Pemerintahan 9 April 2010

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk kesekian kalinya, Fandi Utomo terus mengaingatkan kepada para Pegawai Negri Sipil (PNS) agar tidak terlibat politik praktis, bahkan terlibat dalam even pilwali tidak berjangka panjang. menurut Fandi, hal tersebut akan merugikan baik, negara maupun PNS yang bersangkutan.

“Tidak ada untungnya, kalau mau jadi politikus, mending langsung saja terjun, dari pada setengah – setengah yang pada akhirnya merugikan diri sendiri,” ujar fandi saat dikonfirmasi, Jumat (09/04/2010).

Fandi menegaskan, bahwa himbauanya ini tidak bermaksud untuk mematahkan atau melemahkan PNS yang sedang terlibat aksi saling dukung kandidat cawali, namun sebagai upaya untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya. Fandi mencontohkan, bahwa apa yang dihimbaukan kepada PNS tersebut sudah pernah dilaluinya. Fandi Utomo sendiri, pernah menjadi PNS saat berstatus dosen di ITS Surabaya, dengan masa pengabdian yang cukup lumayan, yakni 11 tahun 8 bulan. namun ketika dirinya memutuskan untuk terjun dalam dunia perpolitikan, Fandi tak segan melepas status PNS yang sudah disandangnya selama 11 tahun.

“saya dulu pernah menjadi PNS saat jadi dosen ITS, tapi saya mengundurkan diri ketika masuk dalam dunia politik,” imbuh fandi menerawang.

Meski melepas status PNS nya, namun tidak ada rasa penyesalan di dalam diri Fandi, karena menurutnya melepas status PNS adalah suatu keharusn, jika sudah berniat untuk pindah jalur (politik).

“Bagi saya, status PNS adalah sebagai pengabdi kepada negara, dan tidak boleh terkontaminasi dengan kepentingan,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Fandi mengajak, agar sluruh PNS, khususnya yang berada di lingkungan Pemkot Surabaya untuk tetap bersikap netral dalam menghadapi pilwali Surabaya dan menjalankan pekerjaanya untuk mengabdi kepada negara.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.