Gresik (beritajatim.com) – Terus terang para TKI asal Bawean, Panceng, Dukun, Ujung Pangkah serta daerah lain di Kabupaten Gresik ketika bekerja di luar negeri negeri nyaris tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Mereka baru mendapat perhatian setelah menuai masalah dengan tempat dia bekerja.
Hal ini dikatakan oleh Calon Bupati Gresik Mohammad Nasihan, saat dalam acara cangkrukan disalah satu televisi lokal di Surabaya kemarin.
Kami akan bentuk ada perwakilan dari Gresik untuk menangani TKI dan TKW. Perwakilan tersebut akan mengakomodir kepentingan para TKI asal Gresik termasuk Bawean, juga memberikan bantuan advokasi,apabila ada permasalahan hukum, sehingga tidak ada TKI yang terlantar di negeri orang ” kata Monash yang juga pengacara kondang itu.
“Bawean memiliki sesuatu yang berkualitas dan spesifik kaum khas perantau serta eksotik, membuat Bawean tidak boleh dianaktirikan,” ungkap Cabup pasangan Syamsul Ma’arif itu serius.
Disisi lain lanjut, cabup yang diberangkatkan, PAN, dan 14 partai non parlemen menambahkan, “Krisis energi listrik dan transportasi laut pada waktu-waktu tertentu harus segera diatasi. Termasuk menjalin hubungan dan komunikasi intens dengan putra Boyan di luar negeri agar menjadi duta positif Gresik dimata dunia, senyampang mendatangkan investor asing ke Gresik atau Bawean khususnya,” harapnya
