Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»Pengamat: 3 dan 4 Itu Kuat, Tapi No 2 Kuda Hitam di Pilwali Surabaya
Default image

Pengamat: 3 dan 4 Itu Kuat, Tapi No 2 Kuda Hitam di Pilwali Surabaya

Politik Pemerintahan 9 April 2010

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Kacung Marijan memprediksi pasangan incumbent dalam pilwali Surabaya memang mempunyai peluang menang lebih besar. Mereka adalah pasangan nomor 4 Tri Rismaharini-Bambang DH (Ridho) dan nomor 3 Cak Arif-Cak Adies Kadir (Cacak). Tapi, Kacung minta jangan melupakan pasangan nomor 2 Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fu-Yu) sebagai kuda hitam.

“Yang kuat memang incumbent, tapi mungkin Fandi Utomo bisa jadi adalah kuda hitamnya,” kata Kacung kepada beritajatim.com, Jumat (9/4/2010).

Menurut dia, yang menarik adalah suara kaum nahdliyin di Surabaya yang menjadi perebutan tiga kandidat. Yakni, pasangan Cacak, Fu-Yu dan Sutadi-Mazlan Mansyur (Dimaz-diusung PKB).

Berdasar catatan beritajatim.com, Arif Afandi mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf (Gus Ipul) karena wawali Surabaya itu merupakan Penasehat GP Ansor Surabaya. Arif juga mulai rajin menyapa masyarakat di kantong-kantong NU, seperti kalangan muslimat NU.

Sementara, Fandi Utomo jauh-jauh hari juga telah mendapat simpati dari kader Ansor dan Banser NU Surabaya. Apalagi, Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar secara pribadi telah mengusulkan kepada DPP PKB dan DPW PKB Jatim untuk mengusung FU. Meski akhirnya, DPC PKB Surabaya ‘membangkang’ dengan mengusung Dimaz. Belum lagi, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dengan tegas juga memberikan dukungan kepada FU.

“Pasangan Sutadi-Mazlan Mansyur yang diusung PKB juga pasti tidak rela massa NU lari ke pasangan lainnya. Ini karena mereka menganggap PKB adalah sayap politik NU, meski sekarang masih terjadi konflik dualisme dan belum islah antara pro Gus Dur dan Muhaimin. Jadi, ada tiga kandidat berjuang merebut suara NU,” tuturnya.

Kacung memprediksi akan terjadi saling berebut suara di masyarakat bawah antara Ridho, Cacak dan Fu-Yu. Belum lagi, masih banyak masyarakat yang masih belum menentukan pilihan (floating mass/massa mengambang). Meski begitu, pilwali diperkirakan hanya terjadi satu putaran.

Bagaimana dengan pasangan independen Fitradjaja-Naen Suryono? “Mereka memang punya massa yang riil dengan bukti dukungan KTP dan tandatangan saat maju mencalonkan diri. Tetapi, tingkat dukungan belum tentu menunjukkan suara pasti saat di TPS. Ini karena masih berat perjuangan mereka,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.