Malang (beritajatim.com) – Mencuatnya nama Martiani Setyaningtyas dalam bursa pencalonan Pikada Bupati Malang Agustus 2010 mendatang, tidak membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diwilayah ini terpesona. Bahkan, Partai bernomor urut 13 pada pemilu tahun lalu itu, tidak akan membuka pintu opsi untuk berkoalisi dengan Martiani Setyaningtyas atau yang lebih populer dengan panggilan Tyas Sujud.
Tyas Sujud adalah istri Bupati Malang Sujud Pribadi. Sujud sendiri saat ini masih memimpin Kabupaten Malang dengan wakilnya Rendra Kresna hingga masa jabatannya habis pada Oktober 2010 nanti.
Nama Tyas yang mulai meroket ditengah bursa pencalonan bupati, mulai menguat setelah dirinya dikhabarkan banyak dilirik partai-partai besar. Bahkan, perempuan berkacamata itu juga dikhabarkan maju mencalonkan dirinya lewat jalur Independen pada Pilbup Malang.
Tidak menariknya Tyas Sujud bagi PKB, karena Tyas lebih memilih jalur Independen. Jalur perseorangan ini tidak diberangkatkan oleh partai politik. Sehingga, hal tersebut kurang menarik dan tidak memberikan sebuah basis dukungan yang jelas bagi pasangan calon nantinya.
“Kita hanya akan memasangkan kader yang kita rekom dengan calon dari partai. Bukan jalur non partai atau independen,” ungkap Ketua Desk Pilkada DPW PKB Jawa Timur, Mas’ud Adnan, Rabu (07/04/10).
Dijelaskan Mas’ud, pihaknya tetap mengamati majunya istri Bupati Malang tersebut sebagai salah satu competitor calon dari partai politik. Hanya saja, jika nantinya PKB akan berkoalisi dengan kubu Tyas Sujud, hal itu sangat mustahil dilakukan. Mengingat, Tyas lebih suka maju lewat jalur independen. Sehingga, untuk merintis dilakukannya koalisi partai dengan calon persorangan tersebut akan sangat sulit.
Itu sebabnya, PKB sendiri tetap berharap nantinya berkoalisi dengan sesama partai politik saja. Dan yang menjadi alternative muali awal adalah koalisi dengan Partai Golkar. Bahkan, DPW PKB Jawa Timur sendiri sudah ada komitmen dengan DPW Partai Golkar Jatim jika keduanya, sepakat untuk berkoalisi dalam beberapa Pemilu Kepala Daerah yang ada di Kota dan Kabupaten seluruh Jawa Timur nantinya.
“Kita berkomitmen untuk koalisi dibeberapa pemilukada dijatim. Artinya, salah satu koalisi itu juga akan terjadi di Kabupaten Malang. Apalagi, DPC PKB telaku melakukan komunikasi lama dengan Partai Golkiar diwilayah itu,” terang Mas’ud.
Ia juga menegaskan, nama Rendra Kresna menjadi daya tarik sendiri bagi para PAC PKB di Kabupaten Malang. Karena ratingnya yang cukup tinggi disbanding cabup lainnya. Meski begitu, opsi untuk koalisi dengan Partai selain Golkar seperti PDIP dan Partai Demokrat, tetap akan dibuka selebar-lebarnya oleh PKB. Apalagi, DPP PKB sendiri belum menentukan rekomendasi terhadap 4 calon yang mendaftarkan diri kepada PKB untuk maju dalam Pilbup Malang.
