Surabaya (beritajatim.com) – Meski mendapat perlawanan cukup ketat dari Kota Malang pada [elaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II, Kota Surabaya tetap yakin mereka bakal kembali berjaya di Porprov III tahun 2011 mendatang.
Padahal, pada Porprov tahun depan terdapat perbedaan, terutama dalam cabor. KONI Jatim sebagai induk olahraga di Jawa Timur sudah menetapkan bahwa Porprov III akan diikuti 26 cabor.
Itu berarti ada tambahan 6 cabor dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, cabor drumband yang masuk 20 cabor tahun lalu dicoret. Keenam cabor tambahan tersebut yakni kempo, wushu, taekwondo, angkat besi, binaraga, tinju dan biliar.
Penambahan enam cabor ternyata tak membuat Surabaya patah arang. “Kami yakin enam cabor tersebut merupakan cabor-cabor yang selama ini dominasi prestasi masih berada di kota Surabaya,” ucap Wakil Ketua KONI Surabaya, Soenardi.
Soenardi, Rabu (7/4/2010) menambahkan, banyak atlet kempo, taekwondo dan wushu Jatim yang berasal dari Surabaya. Meskipun tetap siap tempur, Soenardi mempertanyakan masuknya cabor angkat besi dan binaraga. Sebab prestasi keduanya tak menonjol di PON XVII lalu.
Selain itu, ia berpendapat masih banyak cabor lain yang seharusnya layak dimasukkan dalam Porprov, seperti judo, anggar, karate dan sebagainya.
Menyinggung soal keputusan KONI Jatim yang akan menetapkan Kota Kediri sebagai tuan rumah, ia melihat ada sesuatu yang seperti dipaksakan.
“Inilah anehnya. Kok sepertinya KONI Jatim memaksakan diri. Ada apa sepertinya dengan Kediri,” tutupnya.
