Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI Surabaya, Saleh Ismail Mukadar akhirnya mengambil keputusan mengenai pemain tidak sah Suryanaga yang diadukan, Assyabaab. Saleh memilih melakukan pemutihan terhadap kasus pemain tidak sah itu.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Disiplin (Komdis), separuh dari seluruh klub internal menggunakan pemain tidak sah. Beberapa klub yang melakukan pelanggaran, seperti Suryanaga empat pemain, IM tiga pemain. PS Mahasiswa, Vila Royal Anak Bangsa, Haggana masing-maisng dua pemain. Lalu, SFC, HBS , Reedo, Sakti, Putra Mars dan Maesa masing-masing satu pemain.
“Bukan hanya klub, Pengcab juga bersalah karena administrasi yang tak bagus. Oleh karenanya saya memutuskan untuk melakukan pemutihan kepada seluruh pelanggaran yang terjadi,” ucap Saleh saat ditemui di Mess Persebaya, Rabu (7/4/2010).
Imbas dari pemutihan ini, Suryanaga pun ditetapkan sebagai juara Divisi Utama kompetisi internal PSSI Surabaya. Runner upnya adalah Assyabaab dan Untag Rosita sebagai juara ketiga. Untuk kelas satu, Mahasiswa keluar sebagai juara disusul Fatahillah, PSAD. Sedang kelas dua, Putra Surabaya menjadi yang terbaik diikuti Bintang Timur dan Fajar.
Ia berharap, musim depan tidak ada lagi kasus serupa. Untuk itu ia berjanji akan melakukan perbaikan sistem, termasuk sistem administrasi pemain serta bagian alih status dan keanggotaan pemain.
“Semua ada plus minusnya, berkali-kali rapat. Keputusan ini pasti tidak bisa. Saya sendiri tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya kalau salah ya dihukum,” sambung Saleh.
Nantinya, keputusan pemutihan ini akan disebarkan ke seluruh tim. Ia sekali lagi berharap klub-klub legawa dengan keputusan ini.
“Saya sebagai ketua juga salah, untuk itu saya minta maaf kepada klub yang berkenan. Saya janji, untuk tahun depan tiada ampun bagi pelanggar,” tutupnya.
