Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini Persebaya Surabaya sedang cemas. Bagaimana tidak, mereka terancam kembali ke kasta kedua Liga Indonesia, Divisi Utama. Padahal, musim lalu, mereka harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan tiket Superliga.
Nah, tujuh kini menjadi angka penting bagi Persebaya. Sebab, dalam tujuh pertandingan terkahir, mereka dituntut paling tidak mengamankan minimal empat laga. Padahal lawan-lawan yang akan dihadapi adalah tim-tim kuat dan tim yang sama-sama berjuang untuk eksis di Superliga.
Pada dua pertandingan kandang terakhirnya, Bajul Ijo akan berhadapan dengan dua tim ‘seperjuangan’ di zona degradasi, Pelita Jaya Karawang dan Persitara Jakarta Utara. Mengingat kedua tim ini juga berjuang untuk lolos dari kawah degradasi, Andi Oddang cs dipastikan bakal mendapat perlawanan cukup berat.
“Kita akan berjuang. Saya berharap sisa dua pertandingan kandnag dapat kita manfaatkan untuk menjadi enam poin,” ujar manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, Rabu (7/4/2010) sore hari ini di Mess Persebaya.
Setelahnya, mereka bertandang ke markas Persik Kediri. Awalnya, kondisi Persik juga tak jauh beda dengan Persebaya. Tapi sekembalinya Iwan Budianto ke tim, Macan Putih menemukan kembali kesaktiannya. Perlahan tapi pasti mereka merangkak naik menjauhi zona merah.
Perjuangan Persebaya kembali berat ketika mereka harus bertemu duo Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Selama ini, jarang ada tim yang sukses mencuri tiga poin ketika berhadapan dengan kedua tim ini. Hal ini ternyata sudah disadari oleh Persebaya. Kalau di Papua kita mustahil bisa menang,” sambung Saleh.
Terakhir, mereka akan dijamu dua tim asal Kalimantan Timur, Persisam samarinda dan Bontang FC. Persisam juga sedang kritis. sama seperti Persebaya, posisi Elang Borneo sedang tidak aman.
Menghadapi tujuh pertandingan yang menguras tenaga ini, Saleh tetap yakin timnya bisa melepaskan diri dari belenggu degradasi. Meski begitu, ia menyimpan kekhawatiran timnya akan ‘dijahili’ oleh PSSI karena dianggap sebagai ‘bad boy’.
“Saya optimis kita tetap bertahan, tanpa playoff. Meski begitu saya khawatir, saya yang ditembak tapi Persebaya yang kena,” tutup Saleh.
