Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Politik Pemerintahan»Rakor KPU dengan Tim Kampanye, Sepakati Foto Berlatar Warna Putih
Default image

Rakor KPU dengan Tim Kampanye, Sepakati Foto Berlatar Warna Putih

Politik Pemerintahan 7 April 2010

Surabaya (beritajatim.com) – 56 hari menjelang Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya yang akan digelar 2 Juni mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menggelar rapat koordinasi persiapan kampanye dengan Panitia Pengawas (Panwas) serta tim kampanye lima pasangan calon peserta Pilwali di Kantor KPU, Jl. Adityawarman, Rabu (7/4) siang.

Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito mengatakan, dalam rapat koordinasi siang tadi memang belum dibentuk kesepakatan bersama menghadapi kampanye. Nantinya, dalam waktu dekat KPU kembali akan memanggil dan menggelar rapat lanjutan untuk menyepakati dan menyamakan persepsi antara berbagai pihak, yakni KPU, Panwas dan Tim Kampanye peserta Pilwali.

“Ini hanya langkah awal dan kita memang masih membahas wacananya saja. Nanti wacana ini akan menjadi masukan dan akan dibahas di masing-masing pihak untuk selanjutnya disamakan. Kalau tidak ada kendala, Jumat lusa kita ketemu lagi,” ujarnya.

Hanya saja, ada salah satu wacana yang sudah disepakati, yakni warna gambar atau foto pasangan calon yang akan dicetak dalam kertas suara pencoblosan. Kata Eko, meski urusan foto diserahkan ke masing-masing tim pemenangan, namun warna harus berlatar belakang (background) putih.

“Untuk seragam atau bentuknya, kami serahkan ke tim. Kemudian dibahas di KPU dan akan di-klirkan lagi ke pasangan. Kalau sudah ok, baru kita sepakati. Tapi warna latar sudah pasti putih dan tulisan angka hitam,” jelasnya.

Untul wacana lain yang belum disepakati adalah pemasangan gambar atau baliho sebelum masa kampanye. Wacana inilah yang rumit. Karena dari perwakilan tim kampanye, ada yang pro dan kontra tentang dicopot atau tidaknya baliho calon.

Menanggapi ini, anggota Panwas Pilwali, Soeparno mengaku belum bisa berbuat banyak tentang boleh atau tidaknya penertiban gambar. Ia beralasan, belum pastinya jadwal dan aturan main kampanye membuat timnya tidak bisa mengambil tindakan. “Kalau KPU belum memastikan aturan main kampanye, darimana kita menilainya.

Tapi yang pasti, Panwas menghimbau kepada tim kampanye calon untuk membersihkan sendiri balihonya,” jelas dia. “Nanti kalau sudah ada aturan pasti tentang pelaksanaan teknisnya, kami akan meminta Satpol PP dan Bakesbanglinmas untuk mencopotinya,” tambah mantan wartawan tersebut.

Asmuni, salah satu tim kampanye pasangan Dimaz (Sutadi-Mazlan Mansur) menyinggung wacana pencopotan gambar ini. Menurut dia, pihaknya sudah menemukan penertiban terhadap baliho calon, khususnya gambar Sutadi.

“Di kawasan Ngagel itu gambar calon nomor satu sudah tidak ada, tapi anehnya kok gambar calon lain tetap ada? Kalau memang ditertibkan, jangan pilih kasih dong. Lebih baik ditertibkan semuanya, baik yang incumbent maupun non incumbent,” ungkapnya berang.

 

Pilwali Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Dana APBD Tak Bisa untuk Klub Sepak Bola Profesional

16 November 2025

BPCB Jatim Pastikan Temuan Struktur Bangunan Batu Bata Kuno Merupakan Bekas Gapura Kerajaan Majapahi

16 November 2025

Jalan Tol Moker Seksi 3 Rampung Bisa Urai Kemacetan By Pass Mojokerto

16 November 2025
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.