Malang (beritajatim.com) – Dari kuota dukungan yang didapat Calon Independent Tyas Sujud dan Bibit Suprapto, jumlah tertinggi pengumuplan KTP dan tanda tangan didapat dari Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Pada satu kecamatan saja, total dukungan yang diberikan untuk cabup perseorangan tersebut berjumla 7000 suara. Jumlah itu didapat dari lima desa yang ada di Kecamatan Kalipare.
Menurut Ketua Tim Pemenangan Tyas-Bibit, Wagirin Budi Santoso mengatakan, tertinggi dukungan diberikan warga Kalipare. Mereka secara sukarela memberikan dukungan pada Istri Bupati Malang Sujud Pribadi tersebut lantaran balas budi beberapa jalan desa diwilayah itu, banyak yang diperbaiki.
“Dukungan tertinggi ada di kalipare. Kebanyakan warga secara sukarela memberikan dukungan dalam bentuk penyerahan copi KTP secara sukarela dan tanpa paksaan,” papar Wagirin, Kamis (22/04/10) siang.
Dijelaskannya, dari total dukungan yang kemarin diserahkan pasangan Tyas-Bibit ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang sebanyak 82.031 suara KTP, tim pemenangan Tyas-Bibit malah menyerahkan lebih dari 85.000. Tak hanya itu, Tim Pemenangan yang berlokasi di Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, masih menyimpan sedikitnya 50.000 KTP dukungan lagi. Hal itu sengaja disimpan untuk dijadikan cadangan jika sewaktu-waktu, data pemverifikasian yang dilakukan oleh KPU, tidak sesuai atau ada kekurangan.
Masih menurut Wagirin, rata-rata para pemberi dukungan pada calon perseorangan, 90 persen total dukungan didapat dari desa yang tersebar pada 33 Kecamatan di Kabupaten Malang. Mereka sengaja memberikan dukungan dengan sukarela karena merasa terbantu oleh program-program Bupati Malang Sujud Pribadi yang tak lain adalah, Suami dari Tyas Sujud, calon bupati malang lewat jalur perseorangan tersebut.
Namun, meski tidak semua desa memberikan dukungan secara sukarela, di beberapa desa juga ada yang minus dukungan. Sedangkan dari Kecamatan yang menyumbangkan dukungan paling kecil pada Tyas-Bibit, adalah Kecamatan Pujon. “Untuk kecamatan pujon, dukungannya paling rendah. Dari beberapa desa dikecamatan pujon sendiri hanya menghasilkan 300 KPT dan tanda tangan warga saja,” papar Wagirin.
Sementara itu, Budi Tamtomo yang menjadi penasehat Tim Pemenangan Tyas-Bibit menjelaskan jika raihan dukungan bagi pasangan independent tersebut murni karena kehendak warga. Jika ada khabar yang menyebutkan jika satu KTP dihargai sejumlah uang, hal itu adalah salah dan tidak benar adanya.
“Soal isu jika satu KTP dihargai Rp.50 ribu itu tidak ada. Semua kami dapat tanpa imbalan uang sepersenpun. Yang kami lakukan sebagai tim pemenangan hanyalah, meminta kerelaan warga untuk memberikan dukungan semata. Tidak lebih dari itu,” ucap Budi Tamtomo yang tak lain adalah Kakak Ipar Tyas Sujud Pribadi tersebut. (yog)
