Malang (beritajatim.com) – Guna mendulang perolehan suara dalam Pilkada Bupati Malang Agustus 2010 mendatang, Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang dari Partai Demokrat, Achmad Subhan rupanya tidak main-main untuk mewujudkan ambisinya merebut kursi Wakil Bupati Malang. Meski pro kotra terjadi saat perolehan rekom DPP Partai Demkrat, jatuh pada dirinya, Subhan pun mematok visi social dan kesejahteraan masyarakat untuk bersaing dalam pilbup malang nanti.
“Apa yang kami lakukan adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Tanpa tahu kebutuhan mereka secara langsung, mungkin pembangunan yang mengedepankan visi sosial sulit terwujud,” ungkap Achmad Subhan, Sabtu (17/04/10) pagi saat ditemui dilokasi bedah rumah yang diprakarsainya.
Menurut peraih rekom DPP Partai Demokrat tersebut, sudah ada tujuh agenda bedah rumah yang akan dia lakukan. Kriteria rumah yang akan direnovasi menjadi rumah layak huni nanti, tetap difokuskan pada masyarakat kurang mampu yang ada di Kabupaten Malang. Hanya saja, jika memang masyarakat mengetahui dan punya informasi terkait rumah tidak layak huni untuk dibedah oleh tim yang sudah dibentuknya, semua bisa dilaporkan melalui dirinya.
“Kriteria yang kami tentukan, yang pasti adalah sasaran warga miskin. Semua tetap ada klasifikasinya. Sehingga, bantuan kami tepat sasaran,” papar Pengusaha Kontruksi yang kerap membangun mega proyek di banyak tempat itu.
Dijelaskannya, sebelum program bedah rumah tersebut berjalan, dirinya sudah kerap melakukan banyak renovasi. Sehingga, jika apa yang dia lakukan saat ini hanya untuk mengejar suara dukungan, hal itu hanyalah kebetulan semata. Ia tidak akan pernah meminta balas budi dari warga yang sudah dibedah rumahnya dengan dalih apapun.
Selain membedah rumah, program yang akan dilakukan selama dalam masa pencitraan dirinya nanti, ia juga akan membidik tempat-tempat ibadah yang ada di Kabupaten Malang. Selama ini, banyak sekali tempat ibadah semacam Mushola serta Masjid yang kondisinya, masih butuh bantuan. Sehingga, melalui tim yang dia bentuk, tempat-tempat ibadah nantinya akan masuk kriteria utama untuk direnovasi.
“Kalau dihitung, sudah banyak tempat ibadah yang kami renovasi. Semua untuk masyarakat. Sehingga, sarana ibadah itu bermanfaat untuk umat,” terang Subahn.
Total dana yang akan disiapkan pada program bedah rumah dan aktifitas sosial nanti, sebanyak Rp. 2 miliar lebih. Dana sebanyak itu, sengaja dia siapkan untuk masyarakat luas. Namun, guna mengantisipasi segala kemungkinan, klasifikasi rumah yang akan dia bedah, tetap menjadi acuan utama. Hanya saja, besaran biaya untuk sekali bedah, berkisar kondisi dan realitas dilapangan.
“Kami memang siapkan dana itu. Satu rumah, tergantung kebutuhannya. Seperti rumah ibu mukholifah ini, kita sudah hitung semuanya adan habis sekitar Rp. 45 jutaan,” tambahnya.
