Jakarta (beritajatim.com) – Menjelang Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-15 yang akan digelar di Jakarta pada 9-12 Juli 2006, Abdullah Azwar Anas menyampaikan harapannya agar IPNU lebih progresif dalam merespons permasalahan bangsa.
Menurut mantan kader IPNU tersebut, organisasi ini harus mampu mendefinisikan persoalan kebangsaan dengan lebih baik, terutama dalam konteks kepelajaran dan isu sosial yang dihadapi generasi muda.
“IPNU ke depan harus lebih cerdas dalam mendefinisikan masalah kebangsaan secara makro. Secara spesifik, IPNU juga harus lebih peka terhadap isu remaja dan kepelajaran,” ujar Anas di depan awak media, Jumat (7/7/2006).
Selain isu kepelajaran, Anas menekankan pentingnya peran IPNU dalam menangani berbagai bencana yang kerap terjadi di Indonesia. Ia menilai bahwa Corp Brigade Pembangunan (CBP) yang dimiliki IPNU memiliki potensi besar untuk membantu korban bencana secara lebih sistematis.
“Maraknya bencana di Indonesia membutuhkan tenaga ekstra dari seluruh elemen bangsa untuk bertindak secara sistematis. IPNU bisa berperan lebih aktif dalam memberikan pelatihan bagi korban bencana serta meningkatkan edukasi publik,” jelasnya.
Untuk mewujudkan langkah konkret dalam penanganan bencana, Anas mendorong agar Kongres ke-15 IPNU mencakup agenda penandatanganan kerja sama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas). Menurutnya, Basarnas telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam memberikan pelatihan bagi kader IPNU terkait penanggulangan bencana.
“Semua jenis bencana ada di Indonesia. Agar langkah menghadapi bencana lebih sistematis, saya meminta panitia kongres menyiapkan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Basarnas. Ke depannya, akan ada pelatihan khusus dalam menangani bencana, karena selama ini kebanyakan masih bersifat reaktif,” tambah Anas.
Menanggapi persaingan ketat dalam pemilihan Ketua Umum IPNU yang semakin memanas, Anas menegaskan sikapnya yang netral. Meskipun namanya kerap dikaitkan dengan beberapa kandidat, ia memilih untuk tidak memberikan dukungan kepada siapapun.
“Saya tidak ingin terlibat dalam dinamika dukung-mendukung kandidat ketua umum. Saya serahkan sepenuhnya kepada peserta kongres untuk memilih kader terbaik,” tegasnya.
Sebagai alumni yang tetap peduli terhadap IPNU, Anas menyatakan akan mendukung siapapun yang terpilih. Bahkan, ia siap menjembatani kerja sama IPNU dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, guna memperkuat peran organisasi. (ted)
