Surabaya (beritajatim.com) – Perusahaan ‘plat merah’ PT PLN (persero) Distribusi Jatim, sampai pertengahan tahun 2010 belum menambah pasokan listrik ke Madura kendati pemasangan kabel dua jalur teganggan tinggi 150 KV yang melalui jembatan Suramadu berangsur-angsur dalam tahap penyelesaian.
Corporate Speaker PT PLN (persero) Distribusi Jatim, Agus Widayanto menyatakan saat ini pasokan listrik di Madura relatif masih cukup dan belum perlu ada tambahan pasokan. “Nantinya jika dua jalur kabel tegangan 150 KV di jalur sepeda motor selesai pengerjaannya maka Madura memiliki kapasitas listrik 400 MW,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/4/2010).
Diakui Agus Widayanto, belum ditambahnya pasokan listrik di Madura karena pertumbuhan pelanggan industri di Madura relatif kecil dibanding pelanggan rumah tangga (RT). “Industri di Madura masih belum kelihatan meski sudah ada jembatan Suramadu. Lainnya dengan pelanggan RT yang setiap tahunnya naik 5 persen,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebelum ada jembatan Suramdu saat kebutuhan listrik di Madura mencapai 130 KV yang dipasok dari sirkuit kabel bawah laut teganggan tinggi 100 KV. Namun, pasca kabel laut putus akibat tersangkut jangkar kapal menyebabkan pasokan listrik sempat terganggu. Untuk itu, dengan beroperasinya jembatan Suramadu kabel dua jalur itu menjadi andalan dalam mensuplai listrik ke Madura.
Agus berharap, dengan selesainya dua jalur teganggan tinggi yang melintasi jembatan Surabaya bisa membantu realisasi target pelanggan listrik pra bayar. Pasalnya, selama triwulan pertama 2010 pelanggan listrik pra bayar telah mencapai 15 ribu pelanggan. Sedangkan sampai akhir tahun 2010, PLN Distribusi Jatim berharap bisa menggaet 25 ribu pelanggan listrik pra bayar.
