Surabaya (Beritajatim.com) – Polda Jatim berhasil mengungkap 590 kasus narkoba dalam triwulan I 2010 (Januari-Maret) dan mengamankan sebanyak 771 tersangka.
Dari sekian kasus, ternyata paling banyak masih terjadi di kota besar. Ini dijelaskan Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Direskoba) Polda Jatim Kombes Pol Erwin Ashar Siregar, Jumat (9/4/2010).
Ia menjelaskan, kasus tertinggi terjadi di wilayah Polwitabes Surabaya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Di wilayah yang dipimpin Kasatreskoba AKBP Eko Puji Nugroho tersebut, polisi berhasil mengungkap 211 kasus dan menangkap 265 tersangka. Disusul urutan kedua di jajaran Polwil Kediri sebanyak 90 kasus dengan 123 tersangka. Posisi ketiga ditempati Polwil Malang yang mengungkap 73 kasus dengan 90 tersangka.
Jika mengacu data yang dihimpun dari Ditreskoba Polda Jatim, kata Erwin, menunjukkan tren peredaran narkoba di kota besar memang masih tinggi. Namun bukan berarti peredaran narkoba hanya terjadi di kota besar. “Justru saat ini peredarannya sudah mulai merambah ke kota kecil di Jawa Timur,” tegasnya.
Dijelaskan perwira dengan pangkat tiga melati di pundak itu, terbukti adanya kasus narkoba di sejumlah kota kecil di Jatim sepanjang Januari-Maret 2010 yang terus meningkat.
Ia contohkan di wilayah Madura, jika selama Januari hanya tiga kasus terungkap dengan 3 tersangka, memasuki Februari meningkat menjadi 7 kasus dengan 8 tersangka. Bahkan pada Maret meningkat lagi menjadi 11 kasus dengan 17 tersangka.
Erwin mengatakan, semakin meningkatnya pengungkapan kasus narkoba ini menuntut aparat polisi semakin giat melakukan penindakan dan penyidikan. “Kita harus tetap mewaspadai peredaran narkoba, khususnya di wilayah Jatim,” paparnya.
