Surabaya (beritajatim.com) – Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) ditargetkan rampung pada akhir 2008. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyampaikan hal ini saat meninjau proyek Suramadu dari sisi Surabaya dan Madura, Jumat (8/2/2008).
“Pemerintah juga akan membentuk badan khusus yang bertugas mengoperasikan Jembatan Suramadu. Keputusan Presiden (Keppres) mengenai badan ini akan diterbitkan sebelum pembangunan selesai,” ujar Djoko Kirmanto.
Menurut Djoko, pengguna Jembatan Suramadu nantinya akan dikenakan tarif untuk menutupi biaya operasional. “Tarifnya akan dibuat terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Djoko mengakui bahwa proyek ini menghadapi beberapa kendala teknis. Pengeboran girder 37 dan 41 sempat mengalami kerusakan, tetapi masalah tersebut telah berhasil diatasi.
Sementara itu, pembebasan lahan di sisi Surabaya telah selesai sepanjang 4,35 kilometer, sedangkan di sisi Madura diperkirakan rampung pada Maret 2008.
Anggaran Membengkak Hingga Rp 4,2 Triliun
Djoko juga mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan Jembatan Suramadu membengkak dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,2 triliun.
“Kenaikan anggaran ini disebabkan perubahan desain pada kedalaman tiang pancang di sisi Surabaya, Madura, serta bentang tengah,” jelasnya.
Awalnya, kedalaman pondasi tiang pancang hanya 45 meter, tetapi setelah investigasi tanah dan pengukuran ulang, pylon (tiang pancang bentang tengah) diperpanjang menjadi 95-120 meter dari desain awal 70 meter.
Selain itu, tiang pancang pada approach (jalur pendekat) sisi Surabaya dan Madura yang awalnya 45 meter kini diperpanjang menjadi 80-90 meter.
“Sebagai proyek multi-years, selalu ada eskalasi biaya dalam penghitungan,” ujar Djoko.
Dengan target penyelesaian pada akhir 2008, Jembatan Suramadu diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Surabaya dan Madura, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. (ted)
