Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Kota Sampang Dibanjiri MPU Gelap
Default image

Kota Sampang Dibanjiri MPU Gelap

Peristiwa 23 Desember 2015

Sampang (beritajatim.com) – Jumlah mobil penumpang umum (MPU) pelat hitam atau yang biasa disebut MPU gelap semakin menjamur. Itu terbukti, jika tahun sebelumnya hanya 240 unit kendaraan, kini sudah tembus 265 unit kendaraan. Kondisi tersebut terkesan dibaikan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, mengingat selama ini sosialiasi terhadap sopir angkutan umum kendaraan masih minim.

Kepala Dishubkominfo Sampang Ali Wafa melalui Kasi Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Khotibul Umam mengakui jika MPU gelap masih banyak berkeliaran di jalan umum. Namun, ia menegaskan, pihaknya sudah sering melakukan penindakan terhadap sopir MPU gelap tersebut.

“Total MPU gelap yang berhasil kami catat sekitar 265 unit kendaraan, dan sebagian besar sudah diberikan sanksi tegas alias ditilang,” tegasnya, Rabu (23/12/2015).

Dikatakan Khotib, salah satu faktor dari peningkatan tersebut minimnya kesadaran dari sejumlah sopir yang enggan mengurus izin kendaraan. “Kesadaran sejumlah sopir terhadap pentingnya izin kendaraan MPU masih minim, ditambah masyarakat yang masih banyak penumpang yang ikut MPU gelap,” imbuhnya.

Khotib menambahkan, salah satu kerugian sopir maupun penumpang ketika menggunakan MPU gelap, apabila terjadi kecelakaan tidak bisa mengurus dan mendapat santunan dari jasa raharja. Untuk itu, ia kembali menegaskan kepada masyarakat agar lebih mengutamakan kendaraan yang resmi atau plat kuning.

“Meski sering ditilang, ada saja alasan dari sopir MPU gelap, mereka mengaku kalau dijual murah dan kesulitan ketika dibawa ke Surabaya,” tandasnya.

Disinggung minimnya sosialisasi terhadap pemilik maupun sopir MPU gelap. Khotib berdalih, pihaknya mengklaim selama ini sudah sering memberikan sosialisasi kepada sopir, meskipun itu tidak terjadwal dengan khusus.

“Ketika operasi kendaraan MPU gelap, kami menyempatkan mensosialisasikan dampak negatif dan kerugian penumpang jika mengalami kecelakaan,” pungkasnya. [sar/but]

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.