Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Korban Pemerkosaan Menderita, Dewan Jual Tampang
Default image

Korban Pemerkosaan Menderita, Dewan Jual Tampang

Peristiwa 8 April 2010

Tuban (beritajatim.com) – Aksi nampang yang beberapa kali dilakukan oleh kalangan DPRD Kabupaten Tuban disayangkan oleh lembaga pendamping korban, Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Sebab, disaat para korban menahan malu dan kesakitan dibagian alat vitalnya, serta psikologis yang masih terguncang, dengan serta merta perwakilan rakyat itu menampakkan diri.

Kepada beritajatim.com, Jumat (9/4/2010), Direktur KPR Tuban, Nunuk Fauziyah menyampaikan unek-uneknya. Pihaknya mengaku kurang respon dengan aksi para wakil rakyat tersebut.

“Kami sempat mempertanyakan kedatangan mereka mendatangi korban di rumah sakit,” kata Nunuk.

Ia mencontohkan, saat salah satu siswa SD asal Pelumpang, sebut saja Ika (12) yang menjadi korban perkosaan orang tak dikenal sudah berhasil divisum, ada anggota dewan yang datang.

“Tidak usah sebut nama, yang jelas hal itu ada dan kami menilai cukup mengganggu untuk pemulihan psikologi korban,” terangnya.

Menurutnya, kalau memang ingin bantu keluarga korban atau memberikan support moril, pihaknya sudah beberapa kali menyarankan agar dilakukan beberapa waktu setelah korban sudah mulai tenang.
Sebab, sesaat pasca menjadi korban, biasanya anak-anak lebih sensitif dan mereka menderita tekanan mental yang hebat. “Jangankan ketemu laki-laki, ketemu kita yang pendamping saja ketakutan,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia meminta pengertian semua pihak, agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi kedepannya. Pihaknya juga berterima kasih dengan perhatian dari dewan, tetapi ada cara yang lebih tepat, khususnya mengenai waktu.

“Selain dewan, pihaknya juga menyarankan kepada semua pihak, agar ikut membantu mempercepat proses pemulihan korban pencabulan maupun pemerkosaan,” lanjutnya.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.