Jakarta (beritajatim.com) – Komitmen untuk melestarikan warisan budaya Majapahit semakin menguat dengan dibentuknya Komunitas Peduli Majapahit (KPM). Deklarasi resmi komunitas ini berlangsung di Sheraton Media Hotel & Towers pada Rabu (12/11/2008) pukul 16.00 WIB.
Deklarasi dibacakan oleh Langit Kresna Hariadi, penulis novel sejarah terkenal seperti Gajah Mada, Candi Purca, dan Perang Paregreg.
Acara ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Sejarah dan Kepurbakalaan Depbudpar, Dr. Hari Untoro, serta didampingi oleh Ketua Yayasan Peduli Majapahit, Luluk Sumiarso, dan Pembina Yayasan Kebudayaan Indonesia Jepang NIHINDO, Dr. Umar Said.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, di antaranya Prof. Dr. Edi Sedyawati (mantan Dirjen Kebudayaan/Pengajar FIB-UI), Drs. Suroso (Direktur Kepurbakalaan Depbudpar), Dr. Supratikno (FIB-UI), Wakil MEDIA GROUP, Budayawan Sudjiwo Tedjo, Ketua Nihindo Hariadi Usman, Wakil Ketua Nihindo Takajo, Eka Budianta, GPBH Hadisuryo, Pengurus Yayasan Peduli Majapahit, Pengurus Paguyuban Puspo Budoyo, dan Majalah Kabare. Serta lebih dari 50 individu dan tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian Situs Majapahit.
Latar Belakang Pembentukan KPM
Komunitas Peduli Majapahit (KPM) merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi dalam Forum Kajian Integratif Pengembangan dan Perlindungan Situs Peninggalan Majapahit di Trowulan, yang diadakan pada 29 Oktober 2008 oleh Puslitbang Kebudayaan Depbudpar bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Komunitas ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta menjaga semangat pelestarian Situs Majapahit. Selain itu, KPM akan membahas berbagai aspek terkait Situs Kota Majapahit dan terbuka bagi individu maupun organisasi yang peduli terhadap pelestarian peninggalan Majapahit serta rekonstruksi Kompleks Kraton Majapahit.
Blueprint Pengembangan Situs Kota Majapahit
Sebagai bagian dari langkah konkret, KPM akan membantu menyiapkan Blueprint “Pengembangan Situs Kota Majapahit” yang disusun oleh Ditjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar. Blueprint ini akan disesuaikan dengan Rencana Induk tahun 1986, serta mencakup Kawasan Inti dan Kawasan Penyangga, kemudian Action Plan sebagai panduan implementasi bagi para pemangku kepentingan.
Penyusunan Blueprint ini akan melibatkan berbagai stakeholder yang berkepentingan dalam pengembangan situs, guna memastikan adanya keselarasan dengan kebutuhan dan kepentingan yang beragam.
Peresmian Situs Web Resmi Komunitas Peduli Majapahit
Sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan edukasi, KPM juga meluncurkan situs web resmi www.forummajapahit.org. Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol pertama oleh Dr. Hari Untoro.
Situs ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai informasi dan sumber daya terkait Majapahit, baik dari dalam maupun luar negeri. Harapannya, situs ini dapat menjadi referensi utama bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai sejarah dan pelestarian Majapahit.
Dengan adanya Komunitas Peduli Majapahit, upaya pelestarian situs bersejarah ini diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan. Langkah-langkah konkret, mulai dari penyusunan blueprint hingga pemanfaatan teknologi digital, menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga warisan budaya bangsa. (ted)
