Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Kompas Larang Penumpang Naik Bus Yang Melintas di Suramadu
Default image

Kompas Larang Penumpang Naik Bus Yang Melintas di Suramadu

Peristiwa 7 April 2010

Bangkalan (beritajatim.com) – Janji Paguyuban Mobil Penumpang Umum se Madura (kompas) untuk menindak tegas bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) akhirnya terbukti. Puluhan anggota Kompas sejak tadi pagi mengawasi lalu lalang bus di tiga titik yakni lintasan Suramadu, Terminal Bus Bangkalan dan Pelabuhan Ferry Kamal.

Dalam pengawasannya, para anggota Kompas mencatat nomor polisi setiap bus AKDP yang melintas di jembatan Suramadu. Uniknya, anggota Kompas melarang bagi setiap penumpang yang akan naik bus dari Suramadu. “Bukan di sini tempatnya naik bus. Salah kalian,” kata Ketua Kompas, Nur Rahman, Rabu (7/4/2010).

Para anggota Kompas yang memang sejak beberapa hari lalu dipersiakan mengawasi bus yang melintasi Suramadu beberapa kali meminta calon penumpang agar naik kapal penyebrangan feri Kamal tujuan Surabaya setiap melihat calon penumpang yang menunggu bus AKDP datang di Suramadu. “Kan bukan di sini terminalnya. Ini sudah menyalahi aturan,” tambah Nur.

Dikatakan, aksi yang dilakukannya hari ini untuk menindaklanjuti kesepakatan antara pihaknya dan DLLAJ Jawa Timur, 1 April lalu yang disepakati bus AKDP harus kembali menggunakan trayek lama, yakni Perak-penyebrangan Dharma Ferri dan kamal Bangkalan.

“Untuk itu, kami menyarankan pada calon penumpang jangan mencari bus di sini. Di sini kan bukan tempatnya, sebab tempat yang semestinya ada di Kamal,” tandasnya.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan anggota Kompas, sambung Nur, jumlah bus AKDP yang keluar masuk Madura pada hari ini terbilang sedikit. Sejak pukul 06.00 padi, hanya ada enam bus Akas dan Pelita yang tampak mengangkut penumpang lewat Suramadu.

“Banyak yang didominasi Patas dan Bus Pariwisata yang notabane memang tidak ada larangan lewat Suramadu,” terangnya. Padahal, tambah Nur, di Pelabuhan Kamal, tidak ada satupun bus yang menyebrang.

Sementara itu, Wahyu, salah satu calon penumpang yang dilarang menunggu bus di Pos Suramadu Tagkel mengaku, baru mengetahui jika bus AKDP dilarang melintas di Suramadu. “Saya sempat dimarahi sopir MPU karena menolak pergi mencari bus di Kamal,” keluhnya.

Lebih jauh Nur mengakui, bahwa hari ini juga, di Surabaya berlangsung pertemuan antara LLAJ Jatim, Dishub Bangkalan dan Surabaya beserta pengusaha Bus AKDP dan Sopir MPU Madura untuk mencari penyelesaian terbaik bagi Bus dan MPU. “Kami tidak mau bermusuhan dengan bus. Tapi kami ingin keadilan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.