Magetan (beritajatim.com) – Setelah sore tadi menerima kabar kelanjutan proses evakuasi korban tewas di Samudera Hindia oleh Departeman Luar (Deplu) Negeri Bagian Perlindungan WNI, keluarga Rika Dwi Magareta (21) di Desa Duyung RT 6/RW 1, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, spontan pecah tangis.
Tidak hanya di dalam rumah berukuran besar itu, keluarga dan kerabat dekat Suyono (48)–orang tua RDM yang sejak pukul 18.30 WIB berdatang dirumah duka juga turut menangis. Bahkan, rombongan keluarga dekat sengaja menghindar dari kejaran wartawan melewati samping rumah.
Kepala Desa Dayung Didik Supriyadi juru bicara keluarga RDM mengatakan, Deplu Negeri telah memberi informasi sore tadi soal perkembangan evakuasi korban pesawat jatuh diantara penumpang tersebnut berasal dari Kabupaten Magetan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pesawat-jatuh”]
Mengetahui hal itu, keluarga RDM sudah menerima takdir yang kausa dan berharap agar jenzahnya segera dipulang kan ke Indonesia. Namun, kata Deplu Negeri masih harus menunggu proses identifikasi Kedubes Moroco.
“Malam ini, keluarga bersama tetangga menggelar tahlilan dengan dilanjutkan membaca surat yasin,” katanya, Rabu (1/7/2009).
Dilaporkan hingga malam ini, warga baik tetangga dekat maupun jauh terus berdatangan dan memadati jalan masuk menuju rumah duka.[jun/ted]
