Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Pendidikan & Kesehatan»Karya Ilmiah Mahasiswa Sering Dicuri, Depdiknas Siapkan Insentif Paten di PIMNAS 19
Default image

Karya Ilmiah Mahasiswa Sering Dicuri, Depdiknas Siapkan Insentif Paten di PIMNAS 19

Pendidikan & Kesehatan 26 Juli 2006

Malang (beritajatim.com) – Banyak karya ilmiah mahasiswa yang berpotensi dipatenkan justru “kecolongan” dan diakui oleh pihak lain, termasuk negara asing.

Menyikapi hal ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas menyiapkan insentif pendaftaran paten bagi mahasiswa melalui Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-19, yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 26-29 Juli 2006.

Muhammad Munir, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Ditjen Dikti, mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa terlalu cepat mempublikasikan atau menyerahkan karya ilmiah mereka ke industri tanpa mematenkannya terlebih dahulu.

“Jangan terburu-buru melepas karya ke pasaran. Kalau sampai kecolongan, yang rugi bukan hanya penciptanya, tapi juga negara,” tegas Munir dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/7).

Ia mencontohkan kasus rotan dan ukiran khas Indonesia, yang justru dipatenkan oleh Amerika Serikat dan Malaysia. Begitu pula dengan teknik pembuatan tempe, yang hak patennya dimiliki Jepang.

Depdiknas Siap Tanggung Biaya Pendaftaran Paten

Untuk mencegah hal tersebut, Depdiknas menyediakan insentif pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi mahasiswa dan dosen.

“Kami akan menanggung seluruh biaya, mulai dari pendaftaran hingga sertifikat paten keluar,” jelas Munir.

Tujuannya adalah mendorong mahasiswa untuk lebih peduli terhadap perlindungan karya intelektual, alih-alih hanya mengandalkan kekayaan alam.

PIMNAS 19 Jadi Ajang Unjuk Kreativitas & Perlindungan Karya

PIMNAS ke-19 akan diikuti oleh 1.528 mahasiswa dari 108 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Mereka akan mempresentasikan 524 karya dalam berbagai bidang, termasuk:

  • Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
  • Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM)
  • Debat Bahasa Inggris & Arab
  • Lomba Poster

“Kami berharap PIMNAS kali ini menghasilkan inovasi baru yang bisa dipatenkan,” ujar Joko Widodo, Purek III UMM.

Setiap tim finalis juga mendapatkan dana hibah Rp6 juta per judul dari Depdiknas untuk pengembangan karya.

Hadiah Bergengsi & Perlindungan Karya Ilmiah

Peserta terbaik akan memperebutkan Piala Adikarta Kertawidya, penghargaan bergilir dari Mendiknas. Namun, yang lebih penting adalah jaminan perlindungan HaKI bagi karya-karya unggulan.

“Kita harus beralih dari mengandalkan sumber daya alam ke kekayaan intelektual yang inovatif,” tegas Munir.

Dengan insentif paten ini, diharapkan lebih banyak karya mahasiswa terlindungi dan memberikan manfaat bagi bangsa. *

HAKI kekayaan intelektual Universitas Muhammadiyah Malang
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Ribuan Calon Mahasiswa Gagal Masuk STAIN Pamekasan

6 Agustus 2015

Wartawan Beritajatim Ikut Uji Kompetensi Dewan Pers

2 Maret 2011

Wuih, UASBN Di Bojonegoro Didikuti 19.183 Siswa

12 April 2010
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.