Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Jalan Sehat Guru Bareng Walikota Disorot Panwas
Default image

Jalan Sehat Guru Bareng Walikota Disorot Panwas

Peristiwa 11 April 2010

Surabaya (beritajatim.com) – Jalan sehat bareng Walikota Bambang DH bertajuk “Surabayaku sehat, wargaku kuat” yang digelar di SMA Negeri 8, Jl. Sultan Iskandar Muda pada Minggu (11/4/2010) pagi disorot oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali Surabaya 2010. Pasalnya, Panwas mencium beberapa indikasi yang mengarah ke pelanggaran.

Anggota Panwas Suparno mengatakan, pihaknya memang mendapat informasi bahwa jalan sehat yang pesertanya adalah guru dan karryawan sekolah se-Surabaya Utara itu ada unsur paksaan dari Dinas Pendidikan Surabaya. Selain itu, lokasi yang dijadikan start dan finish adalah sekolahan yang memang sudah jelas dilarang digunakan tempat politik, apapun bentuknya.

“Saya belum bisa memastikan karena belum ada bukti pasti. Hanya saja Panwas mendapat info seperti itu. Nanti informasi ini akan kami tindaklanjuti jika ada laporan resmi,” tukasnya, Senin (12/4/2010).

Pihaknya memang tidak bisa menindaklanjutinya secara langsung jika tidak ada laporan dari warga yang masuk, kecuali Panwas yang menemukannya sendiri temuan itu. “Kami mohon ada yang laporan, sehingga informasi yang menyebutkan adanya pelanggaran akan kami tindaklanjuti,” tukas Suparno.

Salah satu peserta jalan sehat yang ditemui Beritajatim.com mengakui memang ada unsur paksaan dari institusinya jika tak hadir dalam jalan sehat yang hadiah utamanya satu unit sepeda motor itu. Kata dia, dirinya diancam pengurangan nilai sertifikasi jika tidak hadir. “Daripada ada apa-apa dengan karir atau pekerjaan saya sebagai guru, lebih baik saya ikut.

Apalagi disana diabsen,” tukas salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya dengan alasan khawatir akan ditindaklanjuti oleh sekolah tempatnya bekerja itu.

Namun ia mengaku tidak akan melaporkannya ke Panwas. Menurut dia, pihaknya tidak ingin mencampuri urusan politik dengan pekerjaannya.

“Sudahlah biarkan saja. Saya tidak mau mencampurinya, lagian saya takut dan khawatir. Cuman kalau boleh jujur, seharusnya kegiatan semacam ini tidak boleh meski tidak mengatasnamakan pencalonannya sebagai wakil walikota dan tidak bermuatan politis,” ungkapnya sambil mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.