Surabaya (beritajatim.com) – Prihatin terhadap tingginya angka kematian ibu saat melahirkan, puluhan aktivis Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Surabaya menggelar aksi unjuk rasa dan teaterikal di trotoar Jl. Pemuda, Rabu (7/4) siang tadi.
Dalam aksinya, aktivis yang mayoritas perempuan itu membentangkan spanduk dan baliho berisi tulisan diantaranya “Orang miskin tidak berhak sakit” serta harapan agar kesehatan ibu selalu dijaga. “Ini juga sebagai bentuk peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) yang jatuh pada 7 April,” ujar Dimaz Pamungkas, Kepala Humas LMI Surabaya yang ditemui di sela-sela aksinya.
Meski tidak sampai memacetkan arus lalu lintas dan tidak adanya pengawalan kepolisian, namun aksi cukup menarik perhatian pengguna jalan. Pasalnya, aksi teaterikal dilakukan tepat di lintasan zebra cross saat lampu Traffic Light (TL) berwarna merah. Tiga perempuan, masing-masing memerankan dokter yang sedang memeriksa ibu dan bayinya. Satu wanita lagi kebagian membentangkan tulisan agar dibaca pengguna jalan.
Kata Dimaz, pihaknya memang prihatin dengan kondisi ibu dan anak saat persalinan. Dari data yang dimilikinya, tercatat sekitar 100 lebih ibu yang meninggal tiap tahunnya, khususnya di Indonesia. “Inikan menunjukkan kurang siapnya kesehatan Indonesia terhadap kondisi ibu saat mengandung hingga melahirkan. Kami harap, pemerintah segera bergerak dan memperbaiki semua hal yang dianggap kurang, demi menyelematkan ibu dan bayinya,” tukas dia.
Menurutnya, hal yang harus diubah antara lain tingkat edukasi atau pendidikan terhadap keluarga yang hendak melahirkan serta penambahan fasilitas kesehatan diseluruh pelosok tempat. “Selama ini pemahaman terhadap persiapan kandungan hingga melahirkan kami rasa masih kurang serta fasilitas terutama kepada warga miskin juga jauh dari memuaskan. Masak orang miskin tidak berhak sakit?,” tuturnya.
LMI, lanjut dia, bulan depan akan segera meresmikan poliklinik berupa rumah sehati di kawasan Barata Jaya. Kata Dimaz, poliklinik tersebut difokuskan untuk para ibu dan bayi serta pengobatan bagi masyarakat kurang mampu. Bahkan tidak hanya di kawasan Barata Jaya, beberapa kawasan di Surabaya lainnya juga akan dibangun poliklinik serupa.
Sementara itu, selain menggelar aksi unjuk rasa, LMI juga menggalang dana untuk korban gempa bumi berkekuatan 7,2 SR di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang terjadi Rabu pagi tadi. Nantinya, uang hasil sumbangan pengendara jalan akan disalurkan untuk membantu mengurangi beban korban gempa yang dideteksi menyebabkan gelombang tsunami tersebut.
