Pacitan (beritajatim.com) – Naiknya harga pupuk bersubsidi dari pemerintah semakin meresahkan petani, menanggapi hal tersebut pihak Himpunan Kerukunan Tani Pacitan (HKTI) meminta pada petani untuk segera beralih pada pupuk organik yang lebih terjangkau.
Ketua Dewan Pimpinan HKTI Pacitan Wiwit Pujiastuti, mengatakan dengan petani berpindah menggunakan pupuk organik dapat memperbaiki kondisi tanah yang saat ini cenderung menjadi keras akibat penggunaan pupuk kimia.
Jika mengunakan pupuk organik maka selain kondisi tanah membaik juga bisa menekan biaya produksi, ujarnya, Minggu (11/04/2010). Ia menjelaskan dengan menggunakan pupuk organik bisa meningkatkan hasil produksi hingga 2 kali lipat.
Saat ini pihak HKTI sendiri lebih memfokuskan pada sosialisasi pupuk organik pada patani mengingat minimnya pengetahuan patani pada jenis pupuk alam ini. Sedang untuk penjualan pupuk organik pada patani pihak HKTI mengaku sudah melakukan percobaan beberapa tempat.
Sementara itu, Sanusi, salah seorang petani di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan mengaku belum mengetahui secara jelas tentang pupuk organik. Artinya, jika petani diberikan pemahaman dengan benar manfaatnya, pasti akan tertarik. Termasuk kemungkinan jika muncul resiko yang lain. Sebab, sebuah hal baru butuh penyesuaian.
Kalau itu (pupuk organik) hasilnya bagus, petani pasti mengikutinya. Namun jika hasilnya sedikit saja turun, mereka akan balik menggunakan urea, ujarnya. HKTI sendiri menyatakan kesiapannya membantu petani beralih ke pupuk organik karena sudah menguasai ilmu bokasi. Ditambah lagi di Pacitan sudah ada peralatan untuk membuat pupuk organik.
