Close Menu
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Network
    • Beritajatim.ID
    • Visual
    • Sastra
    • UKM
    • Pilar.ID
  • Kontak
arsip.beritajatim.comarsip.beritajatim.com
Home»Peristiwa»Gubernur Jatim Tinjau Pengungsi Banjir di Bojonegoro
Default image

Gubernur Jatim Tinjau Pengungsi Banjir di Bojonegoro

Peristiwa 31 Desember 2007

Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, bersama jajaran pejabat terkait meninjau langsung lokasi banjir dan tempat pengungsian di Bojonegoro selama kurang lebih lima jam.

Rombongan tersebut terdiri dari Kapolda, Kasdam, Kadis Pengairan, Kadis Bina Marga, Asisten II Ekonomi Pembangunan, Asisten Kesra, Kepala Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta tim medis dari RSUD dr. Soetomo.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Imam Utomo meminta agar pemompaan air ke Bengawan Solo segera dilakukan setelah elevasi air mencapai 14. Saat ini, elevasi air masih berada di angka 19,93. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses surutnya banjir di wilayah tersebut.

Menurut Drs. Suwanto, M.Si, Kepala Dinas Infokom Provinsi Jawa Timur, kondisi cuaca di Bojonegoro saat kunjungan berlangsung cukup cerah, dan air mulai menunjukkan tanda-tanda surut.

Bantuan Logistik dan Perahu Karet Dikirim

Sebagai bentuk bantuan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan berbagai kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi 75 dus mi instan, 300 sarung, 104 dus biskuit, 70 dus susu kotak, 20.000 dus susu bantal, 220 dus buah-buahan, dan Roti kaleng, susu bubuk, serta 6.000 dus roti.

Seluruh bantuan ini diangkut menggunakan 13 truk dan disimpan di Pendopo Kabupaten Bojonegoro sebelum didistribusikan ke warga yang membutuhkan menggunakan perahu karet.

Selain itu, 42 perahu karet tambahan juga dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. Perahu tersebut berasal dari TNI AL (20 unit), Basarnas (8 unit), Korem (4 unit), Satlak (1 unit), Solo Hilir (2 unit), Sampoerna (2 unit), dan Kepolisian (5 unit).

Tak hanya perahu, bantuan dua helikopter juga disiagakan untuk proses evakuasi warga yang terjebak banjir.

Layanan Medis Ditingkatkan di Pengungsian

Tim medis dari RSUD dr. Soetomo telah mengirimkan 35 dokter untuk membantu penanganan kesehatan di pengungsian. Pos kesehatan utama ditempatkan di Puskesmas Kapas, sementara pos kesehatan dalam kota berlokasi di SMA 1 Bojonegoro. Untuk kebutuhan operasi darurat, layanan medis disiapkan di Sumber Rejo.

Terkait masih adanya warga yang terisolasi, Suwanto menjelaskan bahwa banyak warga yang memilih bertahan di rumah daripada mengungsi.

“Saat ini proses evakuasi masih terus berjalan karena penyelamatan menjadi prioritas utama. Setelah itu, distribusi makanan dan air bersih menjadi fokus berikutnya,” ujar Suwanto.

Pemerintah terus mengimbau warga yang terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko banjir yang berkepanjangan. (ted)

Banjir Bojonegoro
Share. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email WhatsApp

Related Posts

Demi Keselamatan Pasien di Kapal, Gus Ipul Batalkan Dua Agenda

28 Oktober 2017

Polisi Tidur Gagalkan Pencurian Motor di Kedung Cowek

20 Januari 2016

Ratusan Kapal Rakyat di Sampang Berlayar Tanpa Izin

2 Januari 2016
Poster
Cari Data
© 2025 beritajatim.com | arsip berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.