Jember (beritajatim.com) – Hingga hari ini, Jumat (9/4) pelatihan dan pendidikan yang diberikan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang menggandeng Forum Penanggulangan Bencana Indonesia (FPBI) masih berlangsung di Jember hingga tanggal 10 April besok.
Menuurt Ketua FPBI, M Harun, pihaknya terus mencetak kader-kader relawan yang siap pakai. Dan jika pada awal latihan para relawan disiapkan untuk menjadi relawan tanggap bencana dan siap menyediakan dapur umum.
Maka pada pelatihan selanjutnya, para relawan disiapkan untuk menjadi relawan yang juga siap menyediakan atau membuat Hunian Sementara (Huntara) dan Setara (Sekolah Sementara). Huntara dan Setara ini dibuat dari semua bahan-bahan bangunan hasil dari reruntuhan disekitar.
“Seperti misalnya didaerah korban bencana gempa, maka relawan dari FPBI harus siap ikut membuat huntara dari bahan-bahan recycle bekas reruntuhan,” tuturnya, Jumat (9/4).
Dengan huntara menurut Harun, para pengungsi lebih nyaman dalam bertempat tinggal. Dan sekaligus mengurangi jumlah korban sakit karena adanya hunian yang tidak layak.
“Biasanya kalau menginap di tenda pengungsian itu para korban gempa atau bencana lain mudah terserang sakit karena tidak nyaman,” imbuhnya.
Dengan adanya relawan yang siap membuat huntara dan setara maka FPBI yakin korban bencana tidak semakin bertambah namun berkurang. Sekaligus juga meringankan beban psikologis sang korban.
