Jombang (beritajatim.com) – Warga disekitar perlintasan kereta api Dusun Jambu Desa Jabon Kecamatan Jombang kota geger, Jumat (9/4/2010) malam. Pasalnya, disekitar tempat itu warga menemukan darah berceceran dan beberapa potongan tubuh manusia.
Melihat kejadian itu, warga langsung melaporkan kepada petugas kepolisian. Setelah serpihan anggota tubuh itu terkumpul, baru diketahui bahwa lelaki yang bernasib naas itu adalah Adnan (65) warga Dusun Bean Desa Pandan Wangi Kecamatan Diwek.
Adnan diduga mengalami depresi setelah terjadi pertengkaran di kelauraganya. Karena tak kuat menahan beban masalah, bapak dari 11 anak ini mengambil jalan pintas. Ia terlentang diatas rel menunggu kematian. Sebuah kereta api melaju, tubuh kakek renta ini tergilas. Dan Adnan meregang nyawa.
Oleh petugas dari Polsek Jombang kota, potongan tubuh warga Dusun Bean ini dikumpulkan dalam karung untuk dibawa ke RSUD setempat. “Dugaan sementara dia stres,” kata Kepala Kepolisian Sektor setempat, AKP Sumar, sembari menatakan bahwa petugas masih terus mencari sisa potongan tubuh Adnan yang masih tercecer, Jumat malam.
Sumar menegaskan, Polisi masih akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Rencanaya, Sabtu (10/4/2010), pihak keluarga Adnan akan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. “Sekali lagi, anggota tubuhnya belum semua terkumpul. Selain itu, kita juga minta keterangan kepada keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, M. Zaki, penjaga pintu perlintasan rel menceritakan, saat itu dia melihat bapak sebelas anak itu berjalan melintasi rel. Tak berselang lama, KA Mutiara Timur sedang melaju
dari arah timur. Zaki menduga pada saat itulah Adnan meregang nyawa. “Saya mendengar kereta api itu terus membunyikan klakson,” kata Zaki.
Terpisah, Nurkholis, putra Adnan, tidak banyak berkomentar ketika diwawancarai sejumlah wartawan. Ia hanya mengatakan bahwa ayahnya terlihat linglung setelah bertengkar dengan keluarga di rumah. Dia sempat marah dan membakar baju-bajunya.”Bapak juga sempat melakukan percobaan bunuh diri empat kali, tapi gagal,” kata Nurkholis dengan suara tersendat.
