Surabaya (beritajatim.com) – Bisnis layanan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) yang dikabarkan tengah lesu tidak terbukti. Pasalnya, selama triwulan pertama 2010 bisnis ISP tetap berkembang karena terdongkrak oleh internet dengan tarif murah.
Eva Marlina CRM Manager D-net menyatakan kendati dikabarkan tengah lesu namun selama triwulan pertama 2010 bisnis ISP tetap eksis. “Di tempat kami D-net ada peningkatan pertumbuhan 5-10 persen,” ujarnya kepada beritajatim.com, Rabu (7/4/2010).
Dia mengatakan, naiknya pertumbuhan bisnis ISP disebabkan kesadaran masyarakat soal internet sudah cukup tinggi. Kondisi ini berbeda dibanding 5 tahun lalu. “Untuk tetap eksis kami sengaja membidik segmen korporasi dibanding ritel,” katanya.
Selama 2009 lanjut Eva Marlina, total korporasi yang dibidik D-net mencapai 5000 pelanggan. Sedangkan untuk segmen ritel jumlahnya masih lebih kecil. Selain fokus memilih segmen korporasi kami juga lebih insentif lagi mengembang infrastruktur agar tetap eksis,” pungkasnya.
Diakui Eva Marlina, dalam sejarahnya, booming bisnis ISP berjalan 1996 saat internet baru diperkenalkan secara luas di Indonesia. Namun, sejak 2001 bisnis ISP mulai lesu pasca maraknya warung internet (Warnet) dan layanan data dari operator seluler.
“Saya tetap optimistis bisnis ISP pada 2010 berkembang lagi seiring dengan suburnya domain Indonesia seperti co, id, or atau com,” pungkasnya.
Mengenai tingkat persaingan price layanan penyedia jasa internet ke depan. Dijelaskan Eva Marlina, price di internet sangat unik pasalnya tiap tahun tarifnya turun.
